I Love You, Liar

I Love You, Liar

 

Author            :           Park Kyungjin

Cast                :           JYJ – Kim Jaejoong

                                    YOU (girl’s name)

Genre              :           Find it by your self

Rating             :           PG-13

Disclaimer      :           Inspiration by JYJ’s In Heaven song, but the plot still mine!

Backsound     :           JYJ – In Heaven

PS                   :           Sangat disarankan baca ini sambil dengerin backsoundnya ya…

+++

“I’m going to leave now…”

“Don’t leave…”

“I’m going to come back so…”

“Liar, liar…”                 

“No! Don’t you know how much I love you?”

“Can’t you show that love to me right now?”

“I love you…”

“Can’t we love again?”

+++

Marry me please… Menikahlah denganku…” ku genggam jemarimu erat-erat dengan perasaan yang sangat gugup. Tanpa ku komando juga tetes demi tetes keringat mulai berlomba untuk membasahi keningku, dan seketika itu pula kau menoleh, memperlihatkan mata bulatmu yang tengah menilik tajam ke dalam mataku. Apa kau masih ragu dengan perkataanku barusan? Apa kau menganggap aku ini hanya bercanda?

Secepat kilat ku raih kedua tangan yang sedang ku genggam itu dan meletakkannya tepat di dadaku. Ku genggam lebih erat lagi, berharap kau bisa merasakan debaran jantungku yang semakin tidak karuan ini, agar kau tahu seberapa dalam dan seberapa seriusnya diriku dengan apa yang telah ku katakan.

I love you… Ku harap saat ini juga kau mau memberikan jawaban…” ucapku tak sabar saat melihatmu yang sama sekali terpaku di tempat, tidak memberi respon apa-apa selain tatapan yang sulit ku artikan itu. Ku balas tatapanmu itu dengan tatapan yang paling meyakinkan yang aku punya.

I love you… Really really love you… Ku mohon, menikahlah denganku… Aku akan memberikan apapun yang aku punya, jadi ku mo…”

“Ssstthh…” kau lalu menarik jemarimu dari genggamanku dan meletakkan telunjukmu di bibirku, membuatku tiba-tiba menghentikan kata-kata yang sebentar lagi akan meluncur keluar dari mulutku.

Yes, I will… Tapi bukan sekarang…”

“Kenapa?”

“Bukan… Bukan karena aku tidak mencintaimu. Kau tahu kan seberapa besar aku mencintaimu? Tapi cinta pun tidak semerta-merta hanya menjadi suatu alasan terikatnya sebuah pasangan dalam hubungan yang lebih jauh lagi.”

“Tapi kenapa? Bukannya semua tidak akan jadi masalah lagi? Maksudku, sekarang aku sudah bekerja. Dan ku rasa penghasilanku sudah cukup untuk menghidupi kita berdua…”

“Iya, aku percaya… Tapi menikah itu bukan sebuah perkara yang mudah. Ku rasa kedua orang tuaku juga tidak bisa merestui kita begitu saja. Kau tentunya masih ingat bukan? Hubungan kita bahkan masih seumur jagung…”

“Biarpun hubungan kita masih belum beberapa lama, aku sudah yakin kau adalah wanita yang tepat. Aku mencintaimu… Sangat mencintaimu…”

I love you too… Tapi tidak ada salahnya kan kalau kau bisa membuktikannya?”

“Bukti apa lagi? Apa semua yang sudah ku berikan padamu tidak cukup untuk memperlihatkan seberapa besar rasa cintaku?”

Untuk sesaat kau hanya tersenyum simpul hingga kemudian kau semakin mendekat ke arahku.

“Aku percaya… Sangat percaya… Aku juga mencintaimu. Jadi ku mohon, berusahalah yang lebih, untukku…” bisikmu tepat di telingaku lalu mengecup pipiku sekilas.

“Aku mencintaimu bahkan melebihi diriku sendiri. Jadi baiklah, aku akan berusaha sekeras yang aku bisa. Aku akan membuktikan yang lebih padamu. I promise…” tekadku dengan sungguh-sungguh. Ku raih kembali kedua jemarimu dan menggenggamnya. Dan untuk kali ini, aku tidak akan melepaskannya.

Kau tidak tahu seberapa besar aku sangat bergantung padamu…

Kau tidak tahu seberapa banyak bayang darimu yang terkunci rapat-rapat di dalam benakku…

Aku membutuhkanmu, hanya kau, bukan yang lain…

As of right now, I can’t say anything

The miracle of you- it all seems like a fantasy

The last image of you seems to be locked only in my memories

I wonder if you are watching me from somewhere

Even if I regret, it’s too late- I can’t see you anymore

The tears of the shadows of my memories are watching over that place

Dan seperti apa yang sudah ku tekadkan, aku memulai semuanya dengan lebih bersungguh-sungguh lagi. Aku bekerja lebih giat, lebih keras dari sebelumnya. Ku habiskan waktuku yang ada tanpa bersantai sedikit pun. Ya, semua itu ku lakukan agar kau tidak lagi punya alasan untuk menunda lamaranku.

From : My Angel

Kim Jaejoong, jangan lupa makan yang teratur. Jangan sampai sakit, I love you…

Aku hanya bisa tersenyum simpul sembari membaca pesan  singkat darimu yang baru saja masuk di ponselku. Aku melirik jam dinding yang terpajang di ruang kerjaku. Waktu memang sudah menunjukkan waktu makan siang.

Ku tujukan kembali tatapanku pada layar ponselku dan langsung menghubungimu.

“Halo?”

“Sudah waktunya makan siang. Apa kau sudah makan?” tanyaku sesaat setelah mendengar suaramu.

“Hey, bukannya aku yang harusnya berkata seperti itu! Kebetulan aku memang sedang makan siang, sayang. Lalu bagaimana denganmu?”

“Hmm, sebentar lagi aku juga sudah akan makan siang.”

“Aku tidak percaya…”

Aku hanya tertawa pelan mendengar reaksimu.

“Ya sudah, selamat makan. Makan yang banyak ya.”

“Kau juga…”

“Hmm…” aku hanya menggumam pelan lalu memutuskan sambungan telepon. Aku menaruh kembali ponselku ke atas meja dan melanjutkan pekerjaanku yang sempat tertunda tanpa mempedulikan pesan-pesanmu. Ya, aku bahkan sudah tidak peduli dengan hal-hal sekecil itu.

Saat waktu sudah cukup larut malam barulah akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke apartementku. Aku membuka pintu dan betapa terkejutnya aku saat menemukanmu tengah tertidur di meja makanku bersama dengan makanan-makanan yang terlihat sudah dingin.

Ah, aku memang memberikanmu sebuah kunci apartementku dan jangan katakan kalau kau sudah berada di sana sedari tadi huh?

Aku menarik kursi dan duduk di sampingmu, memperhatikanmu yang sedang tertidur dengan wajah yang terlihat sangat kelelahan hingga akhirnya kau tiba-tiba terbangun.

“Err kau sudah pulang?” tanyamu kikuk sambil sedikit merapikan anak rambutmu. Aku tidak menjawab melainkan hanya terus menatapmu datar.

“Hm, sepertinya makanannya sudah dingin. Aku memang sengaja datang ke sini untuk menemanimu makan malam karena aku yakin di kantor kau pasti tidak makan siang sama sekali…” ujarmu kembali sambil sedikit merajuk. Ku lihat kau mulai meraih sebuah piring namun dengan cepat aku menarikmu, menenggelamkanmu dalam pelukanku.

“Terima kasih…” bisikku pelan sambil terus memelukmu lebih erat.

Lalu apa lagi yang membuatku tidak bisa mencintaimu segila ini?

Rasa cintamu, perhatian dan kasih sayang yang kau berikan padaku, semuanya sudah menjadi kebutuhanku…

Seperti oksigen yang dibutuhkan untuk setiap napas…

Seperti jiwa yang dibutuhkan untuk menghidupkan setiap raga…

Seperti dirimu yang ku butuhkan agar aku bisa bernapas dan tetap hidup…

I can’t say those words, I really can’t- as much as you were by my side

I’m sorry but I can’t- everything comes shaking back to me now

By waiting a little more, by wandering through my dreams

I’m afraid I will close my eyes inside of you

Di suatu malam cukup damai, aku menyempatkan diri untuk bertemu denganmu. Aku menjemputmu dan mengajakmu untuk sekedar berkeliling, hingga akhirnya aku memutuskan untuk menepikan mobilku di suatu kawasan yang meskipun masih ada beberapa kendaraan yang berlalu-lalang namun ku yakin sama sekali tidak mempedulikan keadaan di sekitarnya. Ditemani dengan lantunan lagu mellow yang mengalun dari tape mobilku, aku memberimu ruang untuk bersandar di bahuku.

Tidak cukup romantis menurutmu huh? Ya aku tahu… Tapi ku rasa dengan begini juga sudah cukup. Ku harap.

“Kalau kita menikah nanti, kau ingin tinggal di mana?” aku memulai sebuah percakapan kecil sembari membelai pelan rambutmu, menerawang jauh menembus kegelapan yang ada di luar sana.

“Hmm, terserah kau saja, sayang… Aku pasti akan ikut, kemana pun kau pergi…” bibir kecilmu mulai berceloteh, terdengar sedikit menggombal namun tak bisa ku pungkiri aku cukup senang.

“Lalu kira-kira kau ingin punya berapa anak?” kali ini aku menoleh ke arahmu yang masih bersandar di bahuku. Diam-diam aku mulai tertawa saat membayangkan jawaban yang akan keluar dari mulutmu. Dan setelah berpura-pura untuk berpikir, kau akhirnya kembali membuka mulut.

“Kau sendiri mau berapa?” tanyamu kembali sambil menengadah ke arahku.

“Sebanyak yang kita bisa” jawabku singkat yang langsung disambut dengan cubitanmu di perutku. Aku hanya tertawa geli, terlebih saat melihat perubahan raut wajahmu yang tiba-tiba memerah. Dan aku masih bisa menangkapnya dengan jelas walaupun kita hanya diterangi oleh cahaya bulan.

Aku lalu menuntunmu untuk bangkit dan menaruh dahiku di dahimu. Dan dengan suara yang pelan, nyaris berbisik namun ku yakin masih dapat kau dengar dengan jelas, aku kembali mengucapkan kata-kata yang mungkin sudah tak terhitung berapa kali aku mengatakannya sejak mengenalmu.

“Saranghae… Neol saranghae…”

Don’t leave, don’t leave- can’t you stay by my side?

Lies, all lies- I don’t hear anything

I love you, I love you- can’t you show me those words?

I love you, I love you- will you love me again?

Berbulan-bulan sudah waktu yang ku habiskan untuk terus berusaha. Selama itu pula aku tidak pernah berhenti bermimpi untuk segera memilikimu seutuhnya. Aku meraih ponsel yang tergeletak begitu saja di atas meja kerjaku dan segera menghubungi sebuah kontak yang ku tulis dengan nama My Angel, menghubungimu. Kali ini jantungku kembali berdetak tidak karuan, begitu tidak sabar menunggumu mengangkat teleponku.

“Halo?”

“Sayang, aku ada kabar gembira untukmu…” ucapku berbinar-binar saat kau menjawab teleponmu.

“Oh ya? Apa?” tanyamu terdengar sangat antusias.

“Hari ini aku resmi naik jabatan… Akhirnya aku dipercaya untuk menjadi seorang manajer di perusahaanku.”

“Oh ya?”

“Tentu saja.”

“Ah, selamat sayang… Aku turut senang.”

Lagi-lagi aku hanya tersenyum. Setiap apa pun yang ada pada dirimu memang tidak pernah bisa untuk tidak membuatku tersenyum.

Kau terlalu indah…

Kau terlalu spesial…

“Sayang, hari ini kau tidak punya kesibukan bukan?”

“Ku rasa tidak. Ada apa?”

“Datanglah ke apartementku. Malam ini, pukul tujuh tepat. Dan ku rasa malam ini kau tidak punya alasan lagi untuk berkata tidak…” sekali lagi aku tersenyum lega dan langsung memutuskan sambungan telepon tanpa menunggu reaksi darinya.

Ya, malam ini juga aku akan kembali memintanya untuk menjadi pendamping hidupku. Selamanya.

Aku lalu memutuskan untuk pulang lebih awal untuk mempersiapkan diri. Lagi-lagi jantungku mulai berdetak lebih cepat dari biasanya, terlalu gugup dan tidak sabar untuk menghadapi momen-momen seperti itu.

Aku membuka pintu apartementku dan terkejut seketika saat mendapati seseorang telah berdiri di balik sana dan menatap lurus ke arahku.

“Sayang? Kau sudah ada di sini? Bukannya kita janjian pukul… Ah aku tahu! Kau pasti sudah tidak sabar bukan?” seruku saat menyadari bahwa orang itu adalah kau. Kau hanya tersenyum ke arahku, membuatku menjatuhkan kantong-kantong belanjaan dari tanganku yang ku sempatkan untuk persiapan makan malam kita nanti lalu segera menghambur memelukmu.

Namun tiba-tiba seseorang dari dalam apartementku muncul di hadapanku. Seorang lelaki asing dengan barang-barang yang memenuhi tangannya. Aku sontak melepaskan pelukanku dan menarikmu untuk berlindung di belakangku.

“S..siapa kau?!” tanyaku pada sosok tinggi berotot yang tengah menyeringai ke arahku. Melihat barang-barang yang ada di tangannya, aku berkesimpulan bahwa lelaki itu adalah seorang pencuri.

“Selamat sore Tuan Kim…” suara beratnya terdengar sangat tidak bersahabat di telingaku. Tanpa menanggapi sapaannya yang sangat basa-basi itu, aku menarikmu dan berniat untuk melaporkan lelaki kurang ajar itu. Namun reaksimu selanjutnya sungguh membuatku bingung. Kau sama sekali tidak bergeming dan malah mencoba untuk melepaskan genggamanku.

“Sayang, kita harus segera melaporkan lelaki brengsek itu pada…”

“Aku harus pergi sekarang…” ujarmu tiba-tiba dengan nada yang terdengar sangat dingin.

“Kau mau kemana? Ikut saja denganku dan mari kita laporkan pencuri itu.” aku kembali mencoba untuk menarikmu, namun lagi-lagi kau tetap tidak ingin bergerak mengikutiku.

“Sudahlah, apa kau tidak  lihat dia sama sekali tidak ingin ikut denganmu?” lelaki asing yang sedari tadi berdiri tidak jauh dari kami ikut menimpali. Aku lalu menatapmu dan lelaki itu secara bergantian hingga akhirnya aku menemukan ada sebuah kejanggalan antara kalian.

“Aku harus pergi sekarang…” sekali lagi kau mengulangi perkataanmu dan menarik tanganmu sekuat tenaga hingga benar-benar terlepas dari genggamanku.

“Jangan pergi…” ucapku datar dan kembali menahan lenganmu. Aku menilik ke arah matamu, mencoba untuk mencari sesosok pribadi yang selama ini ku kenal, karena sungguh, kau terlihat bukan seperti kau yang biasanya. Namun seketika itu pula kau berpaling, tidak ingin balas menatapku.

“Aku pasti akan kembali lagi…” ujarmu pelan.

“Bohong… Kau bohong…” suaraku mulai bergetar. Aku tahu aku pasti terlihat sangat lemah saat ini.

“Tidak! Tidakkah kau tahu berapa besar aku mencintaimu?”

Bohong… Bohong…

Entah mengapa hanya kata-kata itu yang muncul di benakku saat mendengar tiap perkataan yang keluar dari mulutmu saat ini.

“Bisakah kau tunjukkan bahwa kau mencintaiku saat ini juga?” bersamaan dengan kata-kata yang ku keluarkan itu, air mataku mulai menetes. Aku memang sangat lemah, terlebih saat sebuah pemikiran bahwa aku akan kehilanganmu mulai menghinggapiku.

I love you…” ujarmu singkat, dengan jari-jarimu yang memasuki saku kemejaku dan mengeluarkan kunci mobilku dari dalam sana, yang langsung disambut dengan tepuk tangan dari lelaki yang sama sekali tidak ku ketahui seluk beluknya itu. Lelaki itu lalu memaksaku untuk melepaskan lenganmu.

“Tuan Kim, sekedar peringatan, mulai sekarang jangan pernah lagi berpikiran untuk melamarnya. Dia itu kekasihku, dan tidakkah kau tahu aku bahkan selalu ingin menghajarmu tiap kali aku mengetahui bahwa kau menyentuhnya terlebih saat kau menciumnya.”

BUGH!

Sebuah kepalan tinju sukses menghantam pelipisku, membuatku terhuyung ke belakang dan jatuh terduduk di atas lantai.

“Yah, anggap saja yang barusan itu adalah hadiah untukmu, hitung-hitung berterimakasih juga atas seluruh tabungan, rekening, dan tak lupa pula perhiasan yang selama ini kau berikan padanya. Dan untuk mobilnya juga, terima kasih banyak. Kau memang lelaki yang sangat baik hati, Kim Jaejoong. Semoga Tuhan membalas kebaikanmu.” ujar lelaki itu kembali sambil menyeringai lebar. Lelaki itu lalu menarikmu dan mengajakmu untuk pergi. Dan satu hal yang sangat ku sesali, kau bahkan dengan senang hati ikut dengannya…

“Tunggu! Ku mohon, jangan pergi! K..kau boleh ambil apa saja yang aku punya! Aku bahkan akan memberikanmu lebih, asal kau tetap tinggal, bersamaku…”

Ku yakin saat ini aku adalah lelaki terbodoh dari lelaki manapun yang pernah ada di dunia ini. Tapi aku sama sekali tidak peduli!

Aku tidak peduli bahwa wanita yang selama ini ku cintai itu ternyata malah menusukku…

Aku tidak peduli bahwa wanita yang selama ini ku cintai dengan sepenuh hati itu malah hanya membohongiku…

Sebab pada kenyataannya, aku sudah terlanjur sangat mencintaimu.

Ku lihat kalian berdua menoleh sekilas untuk terakhir kalinya, menatap ke arahku seakan mata itu mengolok-olokku bahwa aku ini benar-benar lelaki yang sangat bodoh hingga akhirnya kau benar-benar berlalu meninggalkanku tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

Don’t leave, don’t leave- can’t you stay?

Lies, lies, I don’t hear anything

I love you, I love you- can’t you show me?

Can’t you love me, love me, love me?

Don’t leave, don’t leave- can’t you stay?

Lies, lies, I don’t hear anything

I love you, I love you- can’t you show me?

Please come back

 

THE END

 

Another my gaje songfic yeah yeah yeah (y) #stress

Oiya,, tolong dikomenin ya.. komen adalah bahan bakar(?) blog ini.. tanpa komen,, blog ini tentu tidak bisa berjalan mulus #halah

Jadi,, tolong dikomen ya ya ya.. kalian pasti tau seberapa kuatnya makna sebuah komen demi semangat seorang author #eaa masa visitor tetap tapi jumlah komentator menurun drastis.. hiks.. I really miss my lovely kind reader.. 😥

Advertisements

15 thoughts on “I Love You, Liar

  1. aaaaaaaaa kasian benerrrr ><
    itu juga jaejoong sampai rela biarpun harta.a diambil smua tapi tetep mau balik ama tuh yeoja huaaaaaaaaa TT__TT
    onn kalo bikin ff tragis bener tegaaa #plak

  2. eaaaaa, kesannya kan jadi aku yg matre dan mainin jj unnnn *garuk tanah*

    tuh kaaaann.. lagi2 ending yg meleset dari yg aku pikirkan!
    kirain si cewe bkal mati, gataunyaa… *jengkel sendiri* ._.v

    daebak lah unnie-ya! b^o^d

    • ah itu mah bukan kesan lagi fi..
      emang udah kenyataan wkwk #ditendang
      hoalah.. emangnya tadinya kamu mikir apaan?? :3 hehe..
      makasih banyak say :*

  3. bang jeje-nya kasiaaan T_____T
    tega tu cewek tegaaa DX *cakar2 tembok*
    onnie juga tega bikin bang jeje menderita di sini DX *cakar Dyu onnie* *dicakar balik*
    tapi bagus kok eon, endingnya tak terduga. hoho ^^b *lanjut cakar Dyu onn lagi* #eh

    • kyaaaa ada tukang cakar!! DX
      tapi makasih ya udah mau baca dhit..
      n makasih jg buat cakarannya..
      #kabur #gakbalik2lagi

  4. Woaw~ aku baru berkunjung ke blog ini, dan wah, i love ur story. Gak ketebak, bahasanya halus, ide ceritanya gak pasaran, good job chingu ^^

    • halo,, selamat datang di blog yang g keurus ini .__.v
      huhuhu.. mujinya berlebihan banget.. jadi terharu.. :’)
      makasih ya.. salam kenal 🙂

  5. Jeje kasiann. .
    tega bener tuh cewenya#lemparbeling/plakkk
    pingin donk dicintai segitu besarnya ama Jeje, di ajak nikah langsung ngangguk” semangat dah pasti muahahaha. .
    bikin lagi onnie yg castnya Jeje jga. .hahahaha

  6. annyeong eon. udah lama ya aku gak mampir ke sini ahahaha *pasti dyu eonni lupa* (¬,¬”)
    itu kasian jeje. kenapa mak jleb banget gitu ya. sumpah pasti nyesel tuh cewek.
    awalnya aku gak ngerti arti lagu in heaven lo, hahaha yang penting enak ya di dengerin aja. tapi ternyata artinyaaaaa (-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩)‎
    gak kaget dyu eonni emang daebak kalo bikin yang mellow mellow angst gini nih. (づ ̄ ³ ̄)づ

    • haloo firdaaa.. yaelah masa iya sih eke lupa ama kamooh :3
      kamu kan reader legendaris.. ah,, jadi kangen dunia per-ff-an jaman dulu T^T *curhatterselubung*
      hari gini semuanya udah berubah T^T

    • hahhahaha..
      padahal kalo gak salah ini cast cewenya ‘YOU’ bukan??
      jadi……. kkkk~ #dibata
      makasih ya udah mampir ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s