Mini FF – Clean it First!

Clean it First!

 

(Taemin P.O.V)

Kriiiiiiiiiiiiingggg…

Bel tanda jam pelajaran selesai akhirnya berbunyi. Aku segera merapikan barang-barangku dan saat guruku yang terakhir untuk hari ini sudah meninggalkan ruang kelas, aku juga bergegas keluar.

Aku berjalan menyusuri koridor sekolah sambil meraba-raba saku celanaku kemudian mengeluarkan ponselku dari dalam sana. Aku lalu menekan tombol speed dial 2 dan menunggu seseorang di seberang sana menjawab teleponku sambil terus berkonsentrasi pada jalan.

“Halo Mister?”

“Yes Misstress, sekarang kau di mana?”

“Aku sudah dalam perjalanan untuk pulang…”

“Hah? Lalu sekarang kau sudah ada di daerah mana?”

“Hmm, kira-kira belum terlalu jauh dari sekolahku. Kenapa?”

“Pulang dengan bus?”

“Iyaaaaa… Memangnya kenapaaaaa?”

“Ya sudah kalau begitu cepat turun dari bus itu dan kembali ke sekolahmu. Nanti aku jemput…”

“He? Kenapa tidak menjemputku di sini saja? Kenapa harus kembali sekolah?”

“Sudahlah aku malas mencari-cari keberadaanmu… Kalau di sekolah kan aku bisa menemukanmu dengan mudah”

“Enak saja! Kamu yang untung aku yang capek! Jemput aku di bank sentral saja, aku turun di halte dekat bank”

“Aish… Aku tidak tahu bank itu…” dustaku sembari kembali meraba saku celanaku dan mengeluarkan kunci scooter-ku.

“Astaga! Padahal tempat ini umum sekali!”

“Sudah ya sayang… Pokoknya aku jemput di sekolahmu. See you!”

Klik.

Aku memutuskan sambungan telepon lalu terkikik geli. Sebenarnya aku tahu bank yang ia maksud itu, hanya saja tempat itu sudah terlalu jauh dari sini. Yah, salah sendiri kenapa pulang terburu-buru. Hahaha. Oke, sebenarnya ini salahku karena tidak memberitahunya terlebih dahulu. Beginilah keadaannya kalau kami bersekolah di tempat yang berbeda.

Aku mengendarai scooter-ku sambil sesekali menghapus keringat yang mulai bercucuran di keningku. Ck, siang-siang seperti ini cuaca memang sangat menyebalkan, panasnya tidak tanggung-tanggung!

Beberapa menit kemudian aku sudah tiba di sekolah Kyungjin. Aku memberhentikan scooter-ku lalu melirik ke arah gerbang. Dan benar saja, di situ Kyungjin sudah berdiri dengan kedua lengan yang ia silangkan di depan dada dan wajah yang ditekuk berkali-kali lipat.

“Ayo sini!” seruku memanggilnya untuk mendekat. Bukannya mengindahkan perkataanku ia malah membuang muka. Aku berdecak pelan. Aku akhirnya terpaksa turun dari scooter-ku lalu berjalan menghampirinya.

“Kenapa wajahmu seperti itu? Jelek sekali…” godaku sambil menyikut lengannya. Ia menoleh lalu menatapku tajam. Aku menelan ludah dan mundur selangkah untuk menjauh darinya. Erggh, kenapa setiap perempuan itu terlihat menyeramkan saat sedang marah?!

“Kau ini benar-benar namja yang payah! Asal kau tahu aku sudah mengeluarkan ongkos lebih hanya untuk kembali ke tempat ini! Belum lagi aku juga harus berhubungan langsung dengan panas matahari dan polusi di mana-mana saat bergonta-ganti bus! Huh!” gerutunya padaku.

“Ehehehe… Maaf…” ujarku sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengahku. “Aku kan hanya ingin bertemu denganmu… Kangen… Memangnya kau tidak kangen padaku?” lanjutku sembari menaik-turunkan alisku. Ku lihat ia hanya menghela napas. Hehe. Sepertinya ia sudah memaafkanku. Kyungjin memang seperti itu, gampang marah tapi gampang juga meredakannya.

“Jadi, bisa kita pergi sekarang Misstress?”

“Memangnya kita mau ke mana?”

“Bagaimana kalau makan dulu?” tawarku padanya dan ia hanya mengendikkan bahunya. Tanpa pikir panjang lagi aku menarik tangannya dan mengajaknya untuk naik ke scooter-ku. Akhirnya aku kembali melajukan scooter-ku menyusuri jalan-jalan kota yang cukup padat di tengah teriknya matahari ini.

Beberapa menit kemudian kami akhirnya tiba di restoran yang biasa kami kunjungi itu. Kami lalu masuk dan duduk di kursi yang menjadi favorit kami. Sudut! Aku mengambil tempat persis di samping Kyungjin.

Aku lalu memanggil seorang pelayan dan kami mulai memesan makanan.

“Kenapa pesananmu cuma sedikit?” tanyaku padanya saat pelayan itu sudah meninggalkan kami.

“Malas. Makanan di sini terlalu banyak lemak…” ujarnya santai.

“Heh? Padahal biasanya makanmu juga tak kalah banyak… Gaya sekali…” cibirku padanya dan ia hanya terkekeh pelan.

“Oh iya, kali ini semuanya kau yang bayar bukan?” celetukku lagi.

“Enak saja! Kau yang mengajakku berarti kau juga yang harus bayar!”

“Huh, padahal biarpun kau yang mengajak tapi tetap aku juga yang bayar…”

“Memang sudah harus seperti itu bukan?”

“Kenapa harus?”

“Ish! Kau ini laki-laki bukan sih…”

Aku hanya tertawa menanggapi perkataannya. Ngomong-ngomong, kenapa pesananku lama sekali? Sepertinya cacing-cacing di perutku sudah terlalu meronta-ronta.

Akhirnya setelah beberapa lama menunggu, pesanan kami datang juga. Aku hampir saja langsung melahap makananku kalau saja Kyungjin tidak tiba-tiba menepuk punggungku.

“Kenapa lagi huh?” tanyaku dengan mimik tidak sabaran.

“Kau mau makan dengan keadaan penuh keringat seperti itu? Bersihkan dulu!” ujarnya sambil menyodorkan tissue ke arahku. Aku memilih untuk tidak mempedulikannya dan kembali bersiap-siap untuk menyantap makananku.

“Ya! Lee Taemin! Bersihkan dulu! Kau ini menjijikkan sekali…” ia mendesakku untuk mengambil tissue di tangannya. Aku menghela napas dan akhirnya terpaksa menuruti perkataannya.

“Baiklah…” ujarku mencoba untuk sabar. “tapi kau saja ya yang membersihkannya…” lanjutku sambil tersenyum lebar. Ia terlihat mengernyit sejenak namun akhirnya mulai menyapukan tissue itu di dahiku.

“Nah sekarang sudah bisa kan?” tanpa menunggu jawabannya aku lalu mengambil kembali sendokku dan mulai memasukkan sesuap ke dalam mulutku. Aku tiba-tiba terlonjak saat Kyungjin tiba-tiba menepuk tanganku hingga membuat kuah makananku sedikit tertumpah di meja.

“Astaga Park Kyungjin, ada apa lagi hah?!” tanyaku sedikit kesal.

“Kau sudah mulai makan dan bahkan tidak mencuci tanganmu dulu?” tanyanya dengan ekspresi tidak percaya. Aku mengerutkan keningku dan menatapnya heran. Sejak kapan ia jadi se-‘steril’ ini?

“Sudahlah… Ku rasa tidak terlalu jadi masalah. Lagipula aku sudah terlanjur makan…” ujarku sambil menunjuk mulutku yang masih mengunyah.

“Ckckck… Justru kebiasaan seperti ini yang lama-lama akan berdampak buruk. Lee Taemin, kau masih ingin hidup lebih lama bukan? Apa kau tidak takut kalau suatu saat penyakit-penyakit mulai menggerogoti tubuhmu hanya karena kau malas menjaga kebersihan eh? Apa kau tahu, dengan kegiatanmu sehari-hari seperti itu kemungkinan tanganmu sudah terkontaminasi oleh beribu-ribu jenis kuman dan bakteri. Belum lagi ka…”

“Oke oke baiklah baiklah…” ujarku frustasi sebelum ia melanjutkan penjelasannya yang menyebalkan itu. Aku terpaksa bangkit dari posisi dudukku dan mulai berjalan lunglai menuju wastafel, meninggalkan makananku yang lezat itu dalam keadaan perut yang sangat kelaparan.

“Jangan lupa pakai sabun ya!” serunya lagi. Aku hanya mendengus kesal sambil terus melangkah, tidak menoleh sama sekali ke arahnya.

Setelah selesai mengerjakan setiap perkataannya, aku kembali ke meja kami dan menghempaskan tubuhku dengan asal.

“Sudah selesai cuci tangan?”

“Hm…”

“Pakai sabun kan?”

“Iya! Ish, cerewet sekali!”

“Hehe… Kalau begitu silahkan dilanjutkan makannya Mister…”

“Sudahlah, aku tidak berselera makan lagi…” ujarku malas sambil mengerucutkan bibirku. Ia hanya terkekeh melihatku. Ih, menyebalkan sekali!

“Ya ampun, jangan marah seperti itu…” godanya sambil menyikut lenganku. Aku hanya diam, tidak berminat untuk menanggapi bujukannya.  Lagipula aku sudah terlajur kesal!

“Yakin tidak ingin memakan ini semua? Sayang sekali, padahal aku yakin semuanya pasti enak…” ia masih mencoba untuk membujukku namun aku masih tetap pada pendirianku. Aku lalu membuang muka, tidak ingin melihatnya.

“Hhh, padahal tujuanku seperti itu hanya supaya kau bisa terhindar dari penyakit… Selagi aku bisa aku tidak akan membiarkan orang yang sangat ku sayangi digerogoti oleh penyakit bodoh…”

Kali ini aku tidak bisa menahan senyum saat mendengar perkataannya. Apa yang ia bilang tadi? ‘Orang yang sangat ku sayangi’ eh?

Aku akhirnya menoleh dan mendapatinya tersenyum lebar. Manis sekali. Seketika itu juga aku langsung memeluknya erat.

“Aku juga menyayangimu Kyungjin-ah…” ujarku singkat lalu mengecup pipinya sekilas. Setelah beberapa saat aku akhirnya melepaskan pelukanku. Ku lihat ia mematung sejenak. Aku baru saja ingin menyadarkannya namun tiba-tiba ia sudah memekik kencang.

“Kyaaaa! Kenapa memelukku huh?! Seragammu itu kau gunakan seharian dan sudah bercampur dengan keringatmu! Kau bisa menularkan banyak bakteri! Apa kau tidak tahu kalau kuman dan bakteri juga bisa berpindah lewat sentuhan kulit?! DAN ARGHHH! KENAPA KAU JUGA MENCIUMKU?! KAU BARU SAJA MEMAKAN MAKANAN YANG BERMINYAK! ARRGHH! JADI PIPIKU INI SUDAH PENUH MINYAK HAH?! KALAU SEPERTI INI BISA MEMICU TIMBULNYA JERAWAT! KALAU AKU BER…”

“AH CEREWET!”

 

FIN

 

Sekian dan terima kasih… iya iya saya tau ceritanya gaje banget wkwkwk… sengaja! :p #plak oiya btw ada yang mau ngasi usulan nama buat couple g beres ini? #hening #bubar

Advertisements

48 thoughts on “Mini FF – Clean it First!

  1. Taemin + kyungjin = ? *hahaha* XD
    Asik iihhh bikin mini ff ky begini.. Mau banget ikutan bkin, tp ngga tau critanya gimana -o- .. Payah yah saya XD..
    Bubar bubar!

    • hahaha taemin + kyungjin = love! *gubrak*
      yaudah onn dibikin aja..
      tapi btw ini komennya baru aku balas mian onn T.T
      ya ampun dari tahun 2011 _-_

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s