Mini FF – So Romantic

So Romantic

 

(Taemin P.O.V)

Semilir angin pantai meniup rambutku pelan, membuatku sesekali menarik napas yang panjang untuk membuatnya berhembus hingga ke rongga dadaku. Suasana yang sangat damai, apalagi jika menghabiskan waktu menunggu sang mentari yang bersembunyi perlahan seakan-akan takut dengan kedatangan rembulan, bersama dengan orang yang paling dikasihi.

Aku menoleh ke samping kiriku dimana seorang gadis ikut duduk dengan tenang sambil menatap lurus ke hamparan lautan yang luas. Rona jingga dari langit ikut terpantul di wajahnya.

“Kenapa menatapku seperti itu huh?” ia menoleh tiba-tiba dan mengernyit sekilas ke arahku.

“Siapa yang menatapmu? Pede sekali…” ujarku sambil memonyongkan bibir.

“Sudahlah, aku tahu aku memang cantik”

“Eh?” aku tercengang mendengar perkataannya barusan. Hhh, yeoja itu.

Selanjutnya kami kembali terdiam, sama sekali tidak menemukan bahan untuk diperbincangkan. Aku melirik ke langit, sebentar lagi matahari akan benar-benar terbenam. Well, sebenarnya aku sendiri tidak begitu tahu kenapa moment-moment matahari terbenam ini begitu diminati oleh orang-orang. Maksudku, lihatlah, tempat ini bahkan sangat dipenuhi oleh beberapa pasangan-pasangan lain, membuat kami terpaksa harus duduk dengan jarak yang minim antara pasangan yang satu dengan pasangan yang lain. Kata Kyungjin, sunset itu romantis. Euh, ku rasa aku tidak menemukan sisi romantisnya.

Aku mulai mengedarkan pandanganku ke sekeliling. Mataku mulai merasa sedikit risih dengan pasangan-pasangan lain yang berkencan dengan cara mereka sendiri. Ada yang saling suap-suapan, ada yang yeoja-nya bersandar mesra di bahu namja-nya, ada yang saling berpelukan sangat erat, dan bahkan ada yang dengat tidak malunya berciuman secara terang-terangan. Iuh. Sedangkan kami? Hanya duduk-duduk. Tidak lebih. Kalau seperti ini, tidak salah kalau aku mengatakan ini sama sekali tidak romantis bukan?

Aku menghela napas yang panjang sembari meregangkan tubuhku yang mulai terasa pegal. Aku dan Kyungjin bahkan sudah duduk di atas pasir pantai ini sejak dua jam lalu. Itu semua karena yeoja itu takut ketinggalan melihat sunset. Astaga…

Ku putuskan untuk membuat acara kami ini terasa sedikit berkesan. Diam-diam aku mulai menggerakkan lengan kiriku untuk merangkul bahunya. Ia menoleh sekilas ke arahku saat lenganku sudah benar-benar mendarat di bahunya.

Ia kembali mengarahkan tatapannya ke arah langit. Perlahan-lahan aku mulai menggerakkan lengan kananku hingga kini aku dalam posisi memeluknya.

“Mr. Lee, apa yang kau lakukan huh?” tanyanya dengan nada bicara yang terdengar sangat datar.

“Kenapa? Kau kan pacarku. Jadi, kau tidak keberatan kan?”

Ia hanya mengendikkan bahunya lalu kembali menatap ke arah langit.

“Kyungjin-ah… Apa langit itu terlihat lebih menarik dari aku huh? Kau tidak pernah menatapku sedalam itu…” aku merajuk.

“Apa-apaan kau ini…” ujarnya sambil menunduk.

“Kenapa? Apa aku jelek ya jadi kau tidak pernah mau menatapku lama-lama?”

“Bukan begitu… Aku hanya, malu…”

“Kenapa mesti malu? Kau kan pacarku…”

Ia lalu menyodok pinggangku dengan sikunya sementara aku hanya bisa memonyongkan bibirku. Ck, yeoja ini…

“Kyungjin-ah… Kenapa kau tidak balas memelukku?” tanyaku lagi saat menyadari sedari tadi aku seperti memeluk sebuah patung.

“Tidak mau… Memelukmu rasanya seperti memeluk tulang belulang” ia terkekeh pelan.

“Ah kau ini…” ujarku kesal lalu melepas pelukanku padanya. Well, ku rasa panjang bibirku saat ini sudah melebihi hidungku yang mancung.

“Hahaha…” ia tergelak sambil memukul-mukul lenganku, kebiasaannya kalau sedang tertawa. Aku hanya bisa mencibir.

Beberapa saat kemudian ia tiba-tiba menghambur memelukku, sangat erat. Tubuhku tiba-tiba terasa seperti dialiri oleh listrik. Oke, aku memang tidak terbiasa dipeluk seperti ini. Biasanya dia hanya memelukku sekilas atau pada saat sedang boncengan di scooter-ku saja.

Tiba-tiba ia sedikit melonggarkan pelukannya dan mengecup pipiku, membuatku menoleh ke arahnya dengan mata yang terbelalak. Seorang Park Kyungjin, mau merelakan bibirnya untuk menciumku? Wow… Ini kejadian yang sangat langka. Setelah hampir setahun kami pacaran, biasanya hanya aku yang diam-diam mencuri kesempatan untuk mencium pipinya. Itupun dia pasti langsung mencubitku atau memukulku dengan barang apa saja yang ada dalam jangkauannya. Kejam sekali memang.

“Kenapa? Keberatan? Kau kan pacarku…” ujarnya lalu mengeluarkan ujung lidahnya. Hey, itu kan kata-kataku…

“Ciyeeeeeee…” sebuah suara tiba-tiba menginterupsi kegiatan kami. Aku dan Kyungjin menoleh ke belakang secara bersamaan. Aku menatap lelaki yang sedang terkekeh itu dengan sangat terkejut.

Hah?! Itu kan lelaki yang sama dengan orang yang meledek kami saat insiden mata-Kyungjin-kelilipan! WTF!

 

FIN

 

PS : ini berhasil kepublish gak ya?? Aku lagi keluar kota dan sinyal disini arrrggghhhh sumpah bikin gondok banget!! ><

32 thoughts on “Mini FF – So Romantic

  1. hahahahaha 😀
    bener romantic banget ><
    tapi, kenapa harus selalu ada lelaki jelangkung itu???? *nunjuklelakiyangmucultakdiundang*
    hehe :p *peace*

  2. buahahaha kenapa cowok itu nongol lagi eon! Sumpah penasaran sapa itu orang. O.O
    Mengganggu orang yang lagi bercinta saja… #eaeaaa
    Ehh romantisnya dapet banget eon! Haha aku suka :*

  3. Yaaah.. Cowo itu siapa siiih aaaah XO ganggu orang lg romantis2an aja >o<.. Telpon kantor polisi, dyu! Suruh tangkap dia! Hahaha XD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s