It Must be Crazy!

It Must be Crazy!

 

Author            :           Park Kyungjin

Cast                :           Super Junior – Kim Heechul

Genre              :           Life

Rating             :           G

Length            :           One Shot

Disclaimer      :           Really own this stupid plot. Plagiat? You better die!

Backsound     :           M&D – Close Ur Mouth!

Warning         :           SANGAT GAJE TINGKAT AKUT! Kalo g mau rugi lebih baik di-close aja! Udah aku ingetin ya!

PS                   :           Telat, harusnya ni fanfic di publish pas ultahnya bang Heechul T.T

+++

Just Wait, jom gaman isseobwa
Byeollo chunggyeok jeogin yaegin aniya useo
Saranghae seo tteonan dan geu mareun jaemi eobt janha

(OK johasseo) Dance reul chwo julkka
(OK algesseo) Rap euro baeteul kka
(OK Good Choice Girl) Rock euro hae julkka?
Naega araseo Get Off Get Off Get Off

BUGH!

Hari masih terlalu pagi dan nada dering ponselku yang berisiknya tidak tanggung-tanggung itu sudah berkali-kali mengganggu tidurku. Entah itu telepon atau sekedar pesan singkat, yang jelas aku yakin ponsel pengganggu itu tidak akan bersuara lagi setelah dengan sukses ku lemparkan ke tembok. Tolonglah, aku butuh istirahat. Aku bahkan belum cukup sejam memejamkan mata.

Perlahan-lahan ku coba untuk kembali memejamkan mata. Selimut putih yang menenggelamkan tubuhku ini terasa jauh lebih nyaman dari sebelumnya. Semakin lama aku semakin merasa mengantuk.

‘Wahai bantalku yang empuk, tolong buat aku tertidur’ tuturku yang hanya terdengar seperti gumaman yang tak jelas.

Kriiiiiinggg… Kringggg…

Tiba-tiba sebuah suara yang berasal dari telepon di kamarku ini mengagetkanku dan membuatku sontak terduduk di atas tempat tidur. Sial, aku lupa kalau aku masih memiliki telepon kabel!

“Arrghhhhhh…” aku mengerang seraya menyambar gagang telepon itu dengan cepat.

“Hei, apakah kau tidak sempat melirik jam sebelum mengganggu tidurku dengan teleponmu ini hah?!” bentakku penuh emosi pada orang yang ada di seberang telepon.

“Ya! Heenim, ini masih sangat pagi untuk menghabiskan energimu hanya dengan marah-marah seperti itu…”

“Dan ini juga masih sangat pagi hanya untuk meladeni ceramahmu! Sudah, aku ingin tidur, mengerti?!”

“Hei hei tunggu sebentar, aku bahkan belum melaksanakan tujuanku untuk meneleponmu…”

“CEPAT KATAKAN SAJA!”

“Happy birthday Hee…”

BUGH!

Aku hanya sempat mendengarkan beberapa kata yang keluar dari mulutnya sebelum akhirnya telepon itu bernasib sama dengan ponselku. Baiklah aku tahu kalau hari ini memang hari ulang tahunku, tapi untuk saat ini aku sama sekali tidak peduli. Orang yang menelepon tadi, aku bahkan tidak ingin repot-repot untuk mengenali suaranya.

Tanpa membuang-buang waktu lebih lama lagi aku segera membanting tubuhku untuk kembali tidur. Ku tarik selimut untuk menutupi seluruh wajahku dan tak lupa pula ku biarkan bantal-bantal yang ada ikut menenggelamkanku.

Aku mengantuk, sungguh sangat mengantuk… Jadi, ku harap aku bisa tertidur dengan tenang.

Ting tong… Ting tong…

Suara apa lagi itu? Tolonglah, jangan mengacaukan usahaku untuk tidur.

Ting tong… Ting tong… Ting tong…

Ku mohon, aku ingin beristirahat… Satu jam saja, please… Atau setengah jam juga tidak masalah. Please…

Ting tong ting tong ting tong ting tong…

“ARGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH! KALI AKU BENAR-BENAR MARAH!” lagi-lagi aku bangkit dari posisi tidurku dan langsung membanting bantal-bantalku ke lantai. Tiba-tiba perasaan kantukku tergantikan oleh emosi yang terasa sudah mendidih di kepalaku.

Aku berjalan dengan tergesa-gesa menghampiri pintu apartementku. Aku penasaran siapa yang begitu beraninya mengacaukan semua usahaku.

Klek!

“Permisi Tuan Kim Heechul, ada mendapatkan sebuah bingkisan ulang tahun dari…”

“BISA KAU BUANG BINGKISAN ITU SEKARANG?! ATAU TERSERAH MAU KAU APAKAN BINGKISAN ITU YANG JELAS JANGAN PERNAH BIARKAN BENDA SIALAN ITU MUNCUL DI HADAPANKU, MENGERTI?!” umpatku sekuat tenaga pada pria pengantar bingkisan itu. Raut wajahnya yang tadinya ramah kini berubah menjadi kaget dan panik.

“T..tapi Tuan…”

“SEKALI LAGI KAU COBA UNTUK MENGGANGGUKU JANGAN HARAP HIDUPMU BISA TENANG!”

BLAM!

Aku membanting pintu itu sekeras mungkin sebagai tanda bahwa aku sedang tidak bercanda. Demi apa, kenapa hari ulang tahunku ini justru menjadi hari yang paling buruk dan mengesalkan!

Aku memutar tubuhku dan mulai menyeret langkah menuju dapur. Aku memang masih merasa sangat mengantuk namun aku sudah terlanjur kehilangan selera untuk tidur. Setibanya di dapur aku membuka lemari es dan mengambil sekaleng cappuccino instant dari dalam sana. Aku membukanya dan meminumnya sembari menyeret kembali langkahku dan duduk di atas meja dapurku.

Yeah, di tengah jadwalku yang sangat sibuk ini lagi-lagi aku kekurangan istirahat. Great!

“Meoongg…” tiba-tiba kucing peliharaanku, Heebum, melintas dan melompat ke atas meja. Heebum lalu mendekat dan menggosokkan bulunya ke bajuku. Aku mengelus puncak kepalanya sekilas lalu kembali meneguk cappuccino-ku.

Ku letakkan kaleng yang masih berisi setengah itu dengan asal ke atas meja lalu mulai berjalan dengan malas menuju ruang tengah. Aku menghampiri sebuah komputer yang ada dan tidak butuh waktu yang lama hingga akhirnya aku terhubung ke dunia maya.

Aku mulai memeriksa situs jejaring sosial yang aku miliki satu per satu. Hm, semuanya penuh dengan ucapan selamat ulang tahun dengan versi bahasa yang berbeda-beda. Yeah, bisa ku pastikan sebagian besar isi dari pesan-pesan itu sama saja, membosankan.

“Apa kau tidak pernah berpikir untuk sekedar membalas ucapan-ucapan itu?” tiba-tiba aku mendengar sebuah suara yang sepertinya ditujukan padaku. Dengan sedikit terkejut aku menoleh ke kanan kiri, mencari sumber suara yang terdengar seperti suara seorang perempuan itu.

Nihil. Tidak ada orang sama sekali. Lagipula di apartement ini aku memang hanya tinggal sendirian bukan?

Meskipun bingung akhirnya ku putuskan untuk tidak terlalu mempedulikannya. Mungkin aku hanya berhalusinasi. Aku lalu kembali berkutat dengan komputer yang ada di hadapanku ini.

“Hei, aku sedang berbicara denganmu. Kenapa tidak menjawab?” lagi-lagi suara itu muncul. Dengan cepat aku menoleh ke belakang, tempat yang ku rasa menjadi sumber suara itu. Namun lagi-lagi aku tidak menemukan siapa-siapa. Aku hanya melihat Heebum yang sibuk menggosok-gosokkan bulunya di kaki sofa.

Tiba-tiba tanpa sadar aku mulai merasa sedikit merinding. Apa jangan-jangan apartement ini berhantu? Err, memikirkan hal itu membuatku bergidik ngeri.

Akhirnya ku putuskan untuk menutup jendela internet dan menggantinya dengan mulai bermain game untuk menenangkan diri. Seumur hidupku aku belum pernah bertemu dengan makhluk halus apapun. Jadi, ku harap aku tidak akan pernah bertemu dengan mereka selamanya. Ya, begitu lebih baik. Dan ku rasa game ini perlahan-lahan mulai sedikit membantu.

Aku mulai terlarut dalam suasana game sampai akhirnya suara perempuan itu lagi-lagi terdengar dan kali ini bahkan terdengar sangat jelas.

“Heenim sayang, kau sudah tuli ya? Berhenti memainkan game itu dan tanggapi perkataanku!” ujar suara itu yang terdengar seperti merajuk. Aku semakin bergidik ngeri. Astaga, kenapa hantu itu harus mengusikku…

Tidak bisa ku pungkiri bahwa aku tengah diselimuti oleh perasaan takut. Namun entah mengapa aku juga mulai merasa penasaran. Akhirnya setelah menimbang-nimbang sebentar, aku memutuskan untuk menoleh secara perlahan.

Lagi-lagi, nihil. Aku tidak menemukan penampakan dalam bentuk apapun. Dan lagi-lagi aku hanya menemukan Heebum yang kini terlihat sibuk berjalan mondar-mandir.

“Ya! Kenapa menatapku seperti itu?”

Brugh!

Aku tersentak kaget dan menyenggol komputer yang ada di belakangku. Apa aku tidak salah lihat? Heebum, maksudku kucing peliharaanku itu tiba-tiba berhenti dan balas menatapku tajam. Dan yang paling buruk, suara protes yang baru saja terdengar itu ku rasa keluar dari mulutnya.

“Heebum, kau bicara padaku?” tanyaku hati-hati sambil sesekali menelan ludah.

“Kau pikir aku sedang berbicara dengan siapa lagi sayang? Di apartement ini kita hanya tinggal berdua, bukankah begitu?” Heebum kembali menimpali. Ku coba untuk mengerjapkan mata berkali-kali. Astaga, apa kucing itu benar-benar sedang berbicara?

“Ku rasa aku mulai gila…” gumamku sambil terus menatap ke arahnya. Kucing itu, entah bagaimana ia terlihat seperti sedang mendengus.

“Ya kau memang sudah gila…” ujar kucing itu dengan nada mengejek. “Ngomong-ngomong, sekarang sudah waktunya untuk aku sarapan dan kau malah hanya berdiam diri di situ sambil memamerkan ekspresi yang terlihat sangat bodoh… Ayolah, aku lapar…”

Untuk kesekian kalinya aku kembali tertegun. Dan entah apa yang mendorongku untuk malah menganggukkan kepalaku ke arahnya. Katakan, aku pasti sudah gila!

“Uh, oke. Aku ambilkan sekarang…” ujarku hati-hati lalu segera berlalu dari hadapannya. Tak sampai semenit kemudian, aku sudah kembali dengan sekotak makanan kucing lengkap dengan mangkuk makannya. Aku lalu mengangkat kotak tersebut dan menuangkannya ke mangkuk sementara Heebum perlahan-lahan mendekat, membuatku semakin gugup hingga membuat beberapa keping makanan itu berserakan.

“Ini… Silahkan dimakan…” aku menyodorkan mangkuk itu ke hadapannya. Sedetik kemudian ia mendekatkan moncongnya ke mangkuk, terlihat seperti sedang mengendus-endus.

“Oh, this stupid food again? Just eat it by your self!” ujarnya sambil menendang mangkuk itu dengan kaki depannya. Aku terhenyak.

“Eh? Ada apa? Bukannya itu adalah sereal sarapanmu yang sama seperti biasanya? Aku sudah memilihkan yang paling banyak mengandung protein untukmu” tanyaku dengan penuh kebingungan. Ia berdecak sambil menatapku tajam.

“Hm, kau ini ternyata masih belum terlalu memahamiku sayang…” ujarnya sambil berjalan mendekat. Tanpa sadar aku sedikit menggeser posisiku agar menjauh darinya.

“Jadi apa yang harus ku lakukan?”

“Ah ya sudahlah, lupakan saja. Oh iya, hari ini ulang tahunmu bukan?”

“Uh, ku rasa begitu…”

“Lalu?”

“Lalu apa?” aku balas bertanya padanya.

“Astaga, maksudku apa kau sama sekali tidak punya rencana untuk sekedar menikmati hari jadimu ini? Demi apa, kau ini benar-benar manusia yang aneh…” cibirnya dengan penuh semangat.

‘Yeah, dan kau juga kucing yang sangat aneh’ gumamku dalam hati, tak berani untuk mengatakannya langsung.

“Hey bagaimana kalo kita sedikit merayakannya? A little party…

“Party?”

“Ya…”

“Err ku rasa hal itu membutuhkan persiapan ekstra, aku tidak bisa” tolakku secepat mungkin. Pesta? Hanya merepotkan saja.

“Ah itu bukan seperti yang kau pikirkan… Cuma ‘pesta’ kecil saja… Hanya ada kau, dan aku…” ujarnya dimana ia terdengar seperti menekankan kalimat-kalimat terakhirnya.

“Lalu?”

“Ya Heenim! Tidak adakah kata-kata lain yang bisa keluar dari mulutmu itu selain kata ‘lalu’ huh?”

“Oh oke, maaf…”

“Hah, aku heran bagaimana bisa aku betah dengan majikan seperti dirimu… Baiklah, bagaimana kalau semuanya dimulai dengan memesan sebuah kue ulang tahun?”

“Err, ku rasa hal itu tidak terlalu buruk. Baiklah…” untuk kali ini aku tidak lagi membantah perkataannya. Tanpa pikir panjang aku langsung beranjak dan menghampiri meja telepon yang letaknya tidak begitu jauh.

Tuutt… Tuutt…

‘Aduh, kenapa teleponnya tidak dijawab juga?’ gerutuku dalam hati. Yeah, sebenarnya teleponnya baru saja terhubung. Hanya saja, entah kenapa aku merasa cukup gugup.

“Selamat pa…”

“Ah aku ingin memesan sebuah kue ulang tahun. Untuk bentuk dan rasanya terserah saja. Ukuran sedang. Antarkan secepat mungkin ke apartementku…” aku langsung menghujaninya dengan kata-kata bahkan sebelum orang di seberang telepon itu menyapa.

“Baiklah. Lalu kalau boleh kami tahu siapa nama yang sedang berulang tahun?”

“Heebum! Eh maksud aku Heechul. Ya, Kim Heechul. Itu aku” jawabku dengan susah payah. Sial, apa yang terjadi denganku huh?

“Oh baiklah… Pesanan segera kami antar. Terima ka…”

Bugh!

Aku menaruh gagang telepon itu kembali ke tempatnya. Dan lagi-lagi aku memutuskan sambungan teleponnya sebelum orang di seberang telepon menyelesaikan perkataannya.

“Kau terlihat buruk sayang…”

“AH!” aku tersentak akibat sebuah suara yang muncul tiba-tiba dari arah belakang. Aku berbalik dan mendapati Heebum tengah berdiri, dan lagi-lagi menatapku dengan matanya yang sangat tajam. Uh, kenapa kucing kesayanganku ini jadi terlihat sangat menyeramkan?

Selanjutnya aku memutuskan untuk duduk di sofa sembari menunggu pesananku datang. Dan seperti yang sudah ku duga, Heebum mendekat dan ikut duduk di sofa seberang. Dalam hati aku sedikit lega, setidaknya kucing yang tiba-tiba aneh itu tidak memilih untuk duduk di sampingku dan membiarkanku mati secara perlahan akibat panik.

Diam-diam ku perhatikan sosok kucing itu dengan ujung mataku. Ia terlihat sedang membaringkan tubuhnya sembari merapikan bulu-bulunya dengan moncongnya. Hey, kenapa baru kali ini aku menyadari kalau kucing itu terlihat lumayan, err, sexy

“Astaga apa yang ada di pikiranku ini!” umpatku pelan sambil menggelengkan kepalaku sekali.

“Ada masalah apa lagi Mr. Kim?”

“Ah tidak, tidak ada masalah apa-apa” aku buru-buru menyangkalnya sebelum ia bertanya lebih lanjut.

“Ah jangan terlalu banyak memendam rahasia sayang… Padahal biasanya aku selalu menjadi tempat untuk mengeluarkan semua unek-unekmu…”

Butir-butiran keringat kini sukses mengalir di pelipisku tanpa bisa ku cegah. Ah sial, ada apa ini? Kenapa hanya dengan seekor kucing saja aku bisa menjadi, err, segugup ini? Hey maksudku, setiap hari aku bahkan menciumnya dan kenapa tiba-tiba aku harus jadi seperti ini? Apa karena ia tiba-tiba bisa berkomunikasi denganku. Atau ditambah dengan kenyataan bahwa selama ini aku salah menyangka bahwa ia ternyata seekor kucing betina? Aku pasti sudah gila…

“Heebum, apa kau tidak merasa aneh?” akhirnya aku memutuskan untuk memulai pembicaraan. Ia bangkit dari posisi baringnya lalu duduk dengan tegak.

“Ya, aku merasa sangat aneh. Bayangkan saja, aku mempunyai seorang majikan yang sebenarnya baik hati. Hanya saja, ia terlalu gampang terpancing emosi. Sedikit egois, dan sangat tergantung pada mood…”

“Yeah, itu memang sudah menjadi sifatku…”

“Lalu apa kau tidak punya rencana untuk mengubahnya? Perlahan-lahan… Ku rasa kau sendiri juga tahu kalau sifat seperti itu memberikan kesan yang buruk pada orang lain…”

“Yeah yeah yeah aku tahu itu. Tapi sebenarnya yang aku maksud bukan keanehan diriku sendiri…”

“Lalu?”

“Ah sudahlah. Lupakan. Jujur saja, aku merasa aneh denganmu…”

“Apa?”

“M..maksudku, baru kali ini aku berbicara dengan seekor, hewan… Dan sampai detik ini pun sebenarnya aku masih tidak percaya dengan semua ini…”

“Hhh kalau begitu terserah kau saja…” ia mendengus kesal.

“Hey hey Heebum, ku mohon jangan tersinggung… Baiklah, ku rasa semakin hari aku semakin menjadi orang yang menyebalkan…”

“Hmm, aku hanya berharap tidak ada yang merasa tidak enak hati dengan caramu bersikap itu. Kau tahu, akan sangat baik jika kita bisa menjalin hubungan yang baik pula dengan orang di sekitar kita. Kau harus ingat, manusia itu makhluk sosial. Suatu saat kau pasti akan membutuhkan mereka, sedikit atau banyaknya…”

Aku hanya bisa tertegun mendengar setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya. Sejak kapan seekor kucing menasehati seorang manusia? Ah, tiba-tiba aku merasa menjadi orang yang sangat bodoh.

Tingg tong…

Tiba-tiba terdengar suara bel.

“Ah itu pasti kuenya…” gumamku lalu segera melangkah menuju pintu depan. Tak lama kemudian aku kembali ke ruang tengah dengan membawa sekotak kue. Heebum terlihat sedang menanti-nanti kedatanganku.

“Err, kuenya sudah ada. Kalau kau mau silahkan…” aku mencoba untuk menawarkan padanya sembari menyodorkan sekotak penuh kue itu di hadapannya.

“Kim Heechul, aku rasa hidupmu benar-benar menyedihkan. Apakah makna ulang tahun bagimu hanya dengan memberikan kue itu padaku?”

“M..maksud kamu?”

“Ah aku rasa kepalaku sudah hampir pecah menghadapi orang sepertimu…” ujarnya sambil meraba puncak kepalanya. “Apa perlu ku ajarkan padamu huh? Segera ambil lilin dan korek!”

“Oke oke…” aku menganggukkan kepalaku lalu segera memenuhi setiap perkataannya. Saat lilin dan korek itu sudah ada di tanganku, aku langsung meletakkan lilin itu ke atas kue dan menyalakan apinya. Aku melirik Heebum sejenak. Ia terlihat sedang serius memperhatikanku. Oh ku rasa aku harus meniup lilinnya, walaupun aku merasa ini agak kekanak-kanakan.

Perlahan-lahan aku mulai mendekatkan wajahku ke sebatang lilin yang berdiri tepat di tengah-tengah kue itu. Aku hampir meniup lilin itu kalau saja Heebum tidak menjerit secara tiba-tiba.

“YA YA YA! JANGAN LANGSUNG DITIUP! MAKE A WISH FIRST!” serunya dengan panik, dan lagi-lagi kucing itu membuatku terhenyak.

“Iya baiklah… Yang pertama…”

“Eh? Memangnya kamu punya berapa permintaan?” tanyanya dengan raut wajah yang tak bisa aku deskripsikan.

“Apa aku tidak bisa meminta lebih banyak?”

Sesaat ia terlihat menggaruk-garuk kepalanya sebelum akhirnya menanggapi pertanyaanku.

“Oke, ku rasa tidak masalah. Terserah kau saja” ucapnya pada akhirnya. Aku tersenyum sekilas.

“Baiklah kita mulai. Yang pertama, aku ingin karierku bersama Super Junior semakin sukses. Tak akan ada lagi perpecahan… Yang kedua, aku ingin dilimpahkan kesehatan dan hidup tentram bersama dengan kucing kesayanganku… Ku harap aku bisa menjadi orang yang lebih bersahabat bagi orang lain…” aku berhenti sejenak untuk melihat tanggapannya. Ku rasa ia sedikit malu. Aku bangkit menghampirinya, mengangkatnya lalu kembali duduk dan menaruhnya di pangkuanku.

“Dan yang terakhir, please, aku sangat ingin tidur… Tubuhku sudah terasa remuk karena aktivitasku yang sangat padat…” kali ini aku berharap dengan sangat serius. Sedetik kemudian aku langsung meniup lilinnya sampai apinya padam.

Tiba-tiba aku merasa sangat mengantuk. Heebum yang ada di pangkuanku terlihat sedang berbicara sesuatu namun aku tidak lagi bisa berkonsentrasi untuk memahami perkataannya. Dan semakin lama, aku merasa tiba-tiba semuanya menjadi gelap. Terasa sangat menenangkan dan damai.

+++

Beberapa jam kemudian

Tiba-tiba aku terbangun saat merasakan ada sesuatu yang sedang mencakar-cakar wajahku. Ku buka mataku yang masih terasa berat dan barulah aku menyadari kalau aku tertidur di ruang tengah. Aku langsung membelalak kaget saat mendapati bahwa yang sedang melakukan hal tersebut adalah Heebum.

“Ya! Kenapa kau mencakarku?!” seruku panik.

“Meooongggg…” hanya suara itu yang keluar dari mulutnya.

“Hey, bukankah kau bisa berbicara?”

“Meongg…” lagi-lagi hanya suara itu. Aku mulai berpikir, apa kucing ini memang benar-benar bisa bicara? Seingatku aku sudah mengobrol banyak dengannya…

Aku membenarkan posisi dudukku di atas sofa sembari terus memikirkan hal ini. Ku arahkan kembali pandanganku pada Heebum yang kini terlihat asyik mengacak-acak kue ulang tahun yang sudah tidak berbentuk itu.

“Ah, lebih baik aku tidur saja” akhirnya  aku memutuskan untuk kembali tertidur. Yeah, ku rasa kekurangan tidur sudah menjadi penyebab hal konyol yang sangat tidak waras ini.

 

THE END

 

PS : Oke silahkan timpuk saya karena sudah membuang2 waktu saudara2 sekalian untuk membaca fanfic abal-abal ini! Dan sekali lagi, walaupun udah sangat telat, HAPPY B’DAY BANG HEECHUL. MOGA MAKIN GANTENG YA! #kicked

Advertisements

23 thoughts on “It Must be Crazy!

  1. astaga, jiahahahaha
    sepanjang FF ini aku tu mikir, kira2 si dyu bakalan mengakhirinya dengan apaan ya.
    aku kirain, ntar di ending si heebum bakalan bilang gini:
    “Hey, Heechul! Ini aku,” Heebum tiba-tiba berdiri dan mengarahkan kaki depannya ke wajahnya, lalu ia menarik kulit wajahnya. “Ini aku! Park Kyungjin!”
    duagh~ #dihajarmassa

    tapi bagus2, saya jarang ketemu heebum bisa ngomong gini. dan itu kenapa kuenya masih ada ya? oh iya ding, kmrn emang aku yang naruh abisny heechul marah2 mulu ._. (?) #abaikan

    good job (Y)

    • waduh..
      kalo endingnya kayak gitu berarti aku kayak badut dong wea,,
      pake topeng2 segala.. hua,, ngebayanginnya g asyik DX #tidurandirel
      tapi itu kata2 menarik kulit segala,, berasa thriller banget D:
      ah kacau dah ni ff wakakakak.. XD
      biarlah,, masa orang ultah aku suguhin ff angst..
      makanya jadilah ni ff segaje ini #narihula2
      iya,, heechul doyan banget ngamuk,, lagi PMS -___- #pletakk
      ahaha anyway makasih nih wea udah mau baca ni ff gaje kkk~

      • w: wakakaka- kayaknya perlu kita bawa ke RSJ nih bang..
        hee: iya, dia mulai halusinasi seakan dia kucing. kajja kita buang aja ke selokan

        #abaikan (baru kumat) T^T

    • bagus tauuuuu! trus ntar heechul bangun, duar– “astaga. aku bermimpi..” heechul terus buka selimutnya, terus liat kucing berkepala kyungjin lagi asik kelonan di kakinya. “hai chullie, kau tidak bermimpi..” hee: “TIDAAAAAAAK~!”
      #mengarangbebas 😛

      iya bener2, bagus. ff kyk gini yg cocok dgn si hee ._.

      sama2 😎 ><

      • HAH WEA KOK AKU NGEBAYANGINNYA JADI NGERI SENDIRI!!
        HUAAA MASA AKU BERBADAN KUCING,, NANGKRING DI KAKINYA PULA!!
        HUAAAAAAA TT.TT #plak #capsjebol #stress

  2. Astaga!?!
    Kayaknya heechul lagi berhalusinasi deh ato sedang bermimpi..
    Tapi kq seperti kenyataan jg y..
    *bingung sendiri*

    Heechul.. Heechul..
    Heebum.. Heebum..
    Lucu liat heebum menasehati heechul..
    Jarang loh hewan peliharaan dpt menasehati majikan.. #plak *bkn jarang tp dk pernah.. Hewan n manusia tdk dpt berkomunikasi*

    Amin..
    Semoga semua wishnya terkabul..

    • hoaa.. terharu aku ternyata masih ada yang rela baca ni ff gaje wakkakaka XD
      hmm,, itu bang heechul lagi mabok emang =___= #PLETAK!
      btw ririn makasih nih udah mau baca hahahaha 😀
      amiin aamiin 😀

  3. Mwahahaha..
    shocked! shocked! hakakak..
    apalah ini Dyuu…hahaha
    kocak! kocak! kocak!

    waktu baca heebum bisa ngomong,
    tiba2 yg ada dipikiran itu Luna-nya usagi di sailormoon.
    kocak lah ini Dyuuuu ^^
    Sukaaaaaaaa!! ^^b

    • omaigat.. :O #cengo
      hoalah kenapa g sekalian dibayangin kucing garfield aja,,
      kayaknya lebih cocok tuh ._. #jdak!
      hedeh jadi malu ni ff pake dibaca segala ._. #eh?
      #dudukdibawahshower
      btw makasih ya storm udah mampir
      #kabur

  4. huaaah….jdi sdih!!!!!!!
    dyu,kau mngingatkanku pda seekor kcing yg beberapa wktu lalu drmahkuuuu…..toi dy udah mninggalkankuuuuuu…….uu… TTT.TTTapa wktu lalu drmahkuuuu…..toi dy udah mninggalkankuuuuuu…….uu… TTT.TTT

    • wah tuh kucing ninggalin kamu kenapa??
      jangan2 g kamu rawat lagi..
      g dikasi makan yang baik -,- #plak
      wah makin ngenes aja ni fanfic kkk~
      makasih diest :*

  5. pendeskripsiannya dapet onn, sampe ikut ngantuk juga jdinya. .hahaha
    aku kira bener-bener hantu, sampe sempet mikir mungkin aja hantu komputer??*plakknghayal* terus dia kluar dari layar komputer yah mirip sadako lah. .keekeke
    ehh shock. .ternyata HEEBUM!! baru nemu ff kaya gini. .
    iya tuh Chul kerjaannya marah mulu. .cepet cari pendamping sana, apa sama aku aja?? tapi jadi suamiku yang ke-6. .mau??

    hahahah tapi mereka berdua lucu juga. .

    • wah jangan2 kamu ngantuk karena ffnya emang gaje banget lagi ckck ._.
      waduh.. kok lama2 jadi berasa horor ya ._.
      ngeri juga bayangin ada yang keluar dari layar kompi hiiiii
      ah bentar lagi dia pasti dapat pendamping kok kkk~ #nongoldenganbangganya
      #diarakpetalskelilingkampung
      anyway,, makasih ya udah mampir :*

  6. Eh, iya lho… kukira tadi tuh yang ngomong ada di komputernya atau nggak ada sosok gitu, melayang-layang di sudut atas apartemennya, hihihihi… #dikiraSadako .__.v
    Gak nyangka Heebum sepinter itu ngomongnya. Udah diracunin macem-macem sih ya, sama member SJ yang lain… #pletak
    Lagian si Heenim sensi amat gitu, gak nyante~ apa jangan-jangan emang kalo lagi marah beneran kayak gitu ya? LOL.

    Pokoknya ini FF bagus deh! Onnie keren (eh, apa Heebum yang keren ya?) #duagh
    Wkwkwk, hwaiting terus buat Onnie, moga2 si Heechul tobat~ #pletak :p

    • astaga :O
      ada lagi nih yang nyangka ni fanfic sadako #cengo
      padahal kenyataannya yang nongol malah kucing ngenes ckck ._.
      #dicakarheebum
      hehe.. yang aku bayangin sih bang heechul emang hobi banget marah2 ._.
      kalo udah marah g peduli deh apa2 ckck..
      untung orangnya ganteng #eaaaa #PLAK
      haha iya amin amin..
      moga dia tobat waakkaka 😀 #PLAKlagidanlagi
      makasih ya alice 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s