Love is a Mistake

Love is a Mistake


Author            :           Park Kyungjin

Cast                :           SHINee – Lee Taemin

SHINee – Kim Kibum

Other Cast     :           Other SHINee member

KARA – Nicole

Genre              :           Yaoi

Rating             :           PG-15

Length            :           Ficlet

Disclaimer      :           Just my crazy imagination

NB                  :           ini emang ff yaoi,, tapi bukan yaoi yang parah kok~ enjoy,, tapi jangan timpuk saya ya kalo g suka.. o.oV

+++

Saat-saat liburan seperti ini sudah menjadi saat yang paling disenangi oleh Taemin. Saat dimana ia libur dari segala tuntutan pekerjaan dan bahkan libur dari urusan sekolah.

Ia memang menyukainya, tapi itu dulu. Semuanya berubah saat Key, rekan kerjanya mulai menjalin hubungan percintaan dengan seorang yeoja.

Aneh memang. Bagaimana bisa ia tidak sama sekali tidak senang dengan kenyataan bahwa Key telah mencintai seorang yeoja? Bukankah itu hal yang wajar?

Tapi setidaknya itulah yang sedang dirasakan oleh maknae satu itu. Saat liburan seperti ini hanya membuatnya larut dalam perasaan kesepian.

“Ya! Taeminnie, apa yang kau lakukan di situ? Kemarilah, filmnya seru!” ujar leader mereka, Onew saat menyadari Taemin sedari tadi hanya duduk menyendiri sudut ruangan. Taemin hanya menoleh sebentar dan menatap wajah hyung-nya itu satu persatu, namun sesaat kemudian ia kembali memalingkan wajahnya.

“Dia itu kenapa?” bisik Jonghyun pada Minho yang hanya disambut Minho dengan mengangkat bahunya.

“Sudahlah, mungkin ia butuh menyendiri” kata Onew akhirnya menyuruh Jonghyun dan Minho kembali fokus pada tontonan mereka.

‘Hhh, biar filmnya seseru apapun tapi kalau Key hyung tidak ada, bagiku sama-sama membosankan’ batin Taemin.

“Hyung, hari ini Key hyung tidak menghabiskan liburannya di dorm lagi?” tanya Taemin pada hyung-hyung-nya itu.

“Entahlah. Sepertinya ia terlalu sibuk berduaan dengan Nicole…” celetuk Onew asal namun tidak mengalihkan pandangannya dari layar televisi. Taemin hanya bisa menghela napas saat mendengar jawaban dari Onew.

Namja itu kini melayangkan pikirannya pada memori masa lalu. Ia ingat, saat pertama kali mereka ditempatkan di asrama yang sama ini, Key lah orang pertama yang mau mengajaknya untuk mengobrol.

Bukan hanya itu, lama kelamaan Taemin mulai menyukai sifat Key yang perhatian padanya dan bahkan cenderung melindunginya, membuatnya teringat pada sosok eomma-nya yang saat ini sudah jarang ia temui.

Ia jadi ingat bagaimana Key mati-matian memasakkan makanan untuknya dan memaksanya untuk makan. Bahkan eomma-nya di rumah pun tidak pernah sekeras Key saat menyuruhnya makan.

Ia ingat bagaimana wajah cemas Key saat ia sakit. Bukannya hyung-nya yang lain tidak perhatian padanya, hanya saja perhatian yang Key berikan padanya berbeda.

Ia ingat bagaimana Key selalu meluangkan waktunya hanya untuk memberikan beberapa alternatif solusi untuk memecahkan beberapa masalahnya. Dan kalaupun Key juga tidak bisa memberikan jalan keluar, setidaknya Key selalu mencoba untuk menjadi pendengar yang baik untuknya.

Tapi sekali lagi, itu dulu. Sekarang untuk kembali berkumpul di asrama bersama mereka pun sudah jarang Key lakukan. Diam-diam Taemin merasa kehilangan.

Taemin lalu meraih ponselnya yang ia letakkan di atas meja lalu mengetikkan sebuah pesan singkat.

To : My Lovely Hyung ^^

Hyung, sekarang kau di mana?? Tidak ingin pulang??

Tanpa ragu Taemin mengirimkan pesan itu pada Key. Taemin kembali meletakkan ponselnya di atas meja.

+++

(Taemin P.O.V)

Aku meletakkan ponselku kembali ke meja sembari menunggu balasan dari Key hyung. Beberapa menit kemudian, ponselku bergetar. Aku meraihnya dan membuka isi pesannya.

From : My Lovely Hyung ^^

Mianhae Taeminnie,, aku tidak bisa ke dorm sekarang.. Aku ada janji dengan Nicole untuk menemaninya belanja.. Mungkin besok aku bisa ke sana..

Aku menghela napas sekali lagi saat mengetahui isi pesan Key hyung. Hhh, ternyata ia memang disibukkan dengan urusan Nicole noona.

Aku merasakan ada yang aneh dalam diriku. Apa aku cemburu? Ck, apa-apaan aku ini!

+++

Seperti yang dikatakan Key hyung kemarin, hari ini aku menunggu kedatangannya. Hyung-ku yang lain terlihat tidak begitu peduli dengan semua ini, toh sebenarnya hal ini memang bukan hal yang patut untuk dianggap spesial. Hanya saja, aku sudah tidak sabar untuk bertemu kembali dan menghabiskan hari-hari bersama Key hyung. Lagipula waktu liburan kami hanya sebentar.

Tok tok tok…

Beberapa jam kemudian seseorang mengetuk pintu dorm kami. Aku berlari menuju pintu depan dengan antusias.

Klek.

Aku membuka pintu dan menemukan sosok Key hyung berdiri di depan sana.

“Ah Key hyung!” seruku kencang lalu menghambur memeluknya. Setelah beberapa detik memeluknya, aku akhirnya melepaskan pelukanku.

Key hyung terlihat tidak begitu tertarik untuk meladeniku. Ia menerobos masuk dan langsung merebahkan tubuhnya di sofa ruang tengah. Aku mengikuti langkahnya dari belakang.

“Kau sudah kembali?” tiba-tiba Minho hyung muncul dari arah dapur.

“Yeah” Key hyung menjawab sekenanya.

“Hey, apa kau ada masalah? Kenapa ekspresi wajahmu seperti itu?” Minho hyung mendekat sambil menunjuk wajah Key hyung. Ia lalu mengambil posisi duduk di samping Key hyung, sementara aku terus berdiri di hadapan mereka berdua.

Benar juga. Aku baru sadar ada yang aneh dari Key hyung. Ia terlihat tidak bersemangat.

“Hanya masalah biasa…” ujar Key hyung.

“Biar ku tebak, Nicole?” kata Minho hyung lagi. Key hyung hanya mengangkat bahunya.

“Hanya persoalan yeoja, tidak usah terlalu dipikirkan…” kata Minho hyung sambil menepuk-nepuk pundak Key hyung.

‘Ck, Nicole noona lagi…’ gumamku dalam hati. Hhh, kenapa harus dia lagi yang selalu memenuhi pikiran Key hyung? Ia bahkan membuat Key hyung galau seperti ini.

Tiba-tiba ponsel Key hyung berdering. Dengan cepat Key hyung merogoh sakunya dan menjawab telepon itu.

Samar-samar aku mendengar percakapan Key hyung dengan orang yang ada di seberang telepon itu. Sepertinya itu Nicole noona, sebab sesekali aku mendengar Key hyung menyebut namanya.

“Jangan nekat seperti itu! Tunggu aku! Aku akan segera ke sana!” seru Key hyung kencang lalu memutuskan sambungan telepon itu. Ia lalu bangkit dari posisi duduknya dan terlihat hendak pergi lagi.

“Ada apa hyung?” tanyaku pada Key hyung.

“Nicole, ia menungguku di taman…” jawab Key hyung tergesa-gesa sambil berlari menuju pintu.

“Ya! Bukannya di luar sana hujan?” Minho hyung menimpali. Key hyung berbalik sebentar dan menanggapi perkataan Minho hyung.

“Justru karena itu, ia nekat menungguku di sana sambil hujan-hujanan!” katanya lalu keluar dari pintu dorm. Aku kembali mencegat lengannya.

“Hyung, apa kau tidak kembali lagi ke sini? Tidak usah pergi hyung” kataku seraya membujuknya.

“Lee Taemin, ini masalah penting!” bentak Key hyung kasar hingga sontak membuatku melepaskan peganganku dari lengannya. Tanpa lama-lama lagi Key hyung segera menghilang dari hadapanku.

“Taeminnie, tidak usah diambil hati…” ujar Minho hyung. Ia lalu merebahkan tubuhnya di atas sofa, sementara aku masih belum bisa mempercayai apa yang baru saja ku dengar.

‘Key hyung, membentakku?’ gumamku dalam hati. Aku sungguh tidak mempercayainya. Belum pernah sebelumnya Key hyung memperlakukanku seperti ini.

Kenapa? Kenapa mesti yeoja itu lagi?!

+++

(Key P.O.V)

Aku memberhentikan sebuah taksi dan menyuruh sopirnya untuk membawaku menuju taman. Hhh, yeoja itu benar-benar sudah gila! Aku dan dia memang sedang ada masalah, tapi kenapa harus senekat itu?!

Tiba-tiba aku memikirkan Taemin. Saking paniknya aku sampai membentaknya. Hhh, aku jadi merasa bersalah padanya.

Akhirnya aku tiba di taman dan langsung mencari-cari sosok Nicole. Aku berlari-lari di sekeliling taman namun belum juga menemukannya. Titik-titik air sudah membasahi sekujur tubuhku, tapi aku tidak peduli.

Aku terus mencarinya di setiap sudut taman namun aku belum juga menemukan yeoja itu.

“Di mana yeoja itu?” gumamku pelan dan berhenti di sebuah titik. Aku lalu mengedarkan pandanganku sekali lagi di sekeliling taman.

“Chagiya…” tiba-tiba aku merasakan seseorang memelukku dari belakang. Saat ia melepas pelukannya, aku berbalik dan menemukan sosok Nicole yang sedang tersenyum ke arahku.

“Ayo kita berteduh dulu” kataku sambil menarik Nicole menuju halte yang ada di seberang jalan. Kami pun berteduh di tempat itu.

“Ya! Kau ini membuatku khawatir saja…” kataku sambil menjitak kepalanya pelan.

“Aku tidak sebodoh itu ingin berhujan-hujanan di sana…” katanya sambil menunjuk ke arah taman.

“Lalu maksudmu?”

“Aku hanya ingin tahu seberapa pedulinya kau padaku…”

“Ckckck… Kau ini…” aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalaku atas tingkah yeoja itu. “Jadi sekarang kau tidak marah padaku lagi kan?”

Aku menunggu reaksinya. Tak lama kemudian, ia mengangguk kuat sambil tersenyum ke arahku.

Hhh, syukurlah. Kami akhirnya berbaikan, meskipun saat ini keadaanku sudah basah kuyup karena ulahnya.

+++

(Taemin P.O.V)

Tak beberapa lama setelah Key hyung pergi, aku memutuskan untuk ikut pergi dari dorm setelah sebelumnya memastikan tidak ada orang yang mengetahui kepergianku.

Aku terus berjalan tak tentu arah menyusuri trotoar jalan. Perlahan-lahan air hujan mengguyur tubuhku hingga membuatku basah kuyup. Hhh, sudahlah, aku tidak peduli.

‘Aku merindukan sosokmu yang dulu hyung’ batinku. Tanpa terasa air mataku menetes bersama air hujan yang tanpa hentinya mengguyurku. Baguslah, setidaknya hujan itu melarutkan air mataku ke dalamnya. Hhh, memalukan.

Setelah cukup lama berjalan, aku merasa kelelahan juga. Aku memutuskan untuk duduk di pinggir trotoar. Biarlah, tidak akan ada yang peduli.

Sambil duduk, aku terus memikirkan sebenarnya apa yang terjadi pada diriku ini. Aku bingung dengan apa yang ku rasakan. Kenapa aku mesti merasa sakit hati saat Key hyung membentakku sedikit saja? Dan yang paling parah, kenapa aku mesti merasa cemburu saat Key hyung lebih mementingkan Nicole noona dibanding diriku? Hey, seharusnya itu hal yang wajar bukan?

Sekarang aku mengerti, perasaanku inilah yang tidak wajar. Ya, tidak seharusnya aku seperti ini.

Aku menunduk dalam-dalam dan semakin menangisi kebodohanku ini. Pabo… Jeongmal pabo…

Beberapa saat kemudian aku merasakan sekujur tubuhku mulai menggigil. Aku mengusap-usap lenganku yang sama sekali tidak dilapisi dengan kain itu.

Tiba-tiba sebuah taksi berhenti tepat di hadapanku. Seseorang membuka pintunya lalu turun dan berlari berhampiriku.

+++

(Key P.O.V)

Aku mengantarkan Nicole ke rumahnya. Saat ia sudah tiba di rumah, aku berencana untuk langsung pulang ke dorm. Taksi yang kutumpangi ini terus melaju hingga sesuatu sedikit mengusik perhatianku.

Dari kejauhan aku melihat seorang namja yang sedang duduk di pinggir trotoar jalan. Namja itu terlihat sedang bermasalah, sebab ia membiarkan hujan terus mengguyur tubuhnya.

Saat taksi yang ku tumpangi ini semakin mendekat, aku baru sadar kalau ternyata aku sangat mengenal namja itu.

“Berhenti sekarang!” seruku tiba-tiba pada sopir taksi itu. Saat itu juga ia memberhentikan taksinya tepat di hadapan namja itu. Aku turun dari taksi dan segera berlari menghampirinya.

“Taemin! Apa yang kau lakukan di situ huh?!” aku berteriak kencang di tengah hujan yang mendominasi pendengaran.

Perlahan-lahan ia menoleh padaku dan langsung terkejut saat menyadari keberadaanku. Aku langsung berjongkok di hadapannya sambil memegangi bahunya.

“Hyung?”

“Pabo! Sedang apa kau?!” aku membentaknya sambil mengguncang-guncang bahunya. Ada apa dengan anak ini?!

“Tidak usah mempedulikanku hyung…” ucapnya lirih. Aku menangkap setetes cairan keluar dari matanya dan mengalir perlahan di pipinya.

“Kau menangis?” kataku curiga, sebab meskipun air hujan sudah memenuhi wajahnya, aku masih bisa mengenali kalau itu adalah air mata.

“Tidak hyung…”

“Jangan bohong! Hey, ada apa denganmu?!”

Ia tidak menjawab pertanyaanku. Ia hanya terus menunduk dalam-dalam.

“Taemin?”

“Hyung, aku ini terlalu bodoh…” ucapnya dengan suara bergetar. Ia menatapku dengan tatapan kosong. Ia semakin membuatku panik.

“Maksudmu?”

“Hyung, seharusnya aku tidak seperti ini… Aku benar-benar bodoh…”

Aku semakin mengerutkan keningku saat mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya. Aku benar-benar tidak bisa menangkap maksud dari perkataannya.

“Ayo kita berteduh dulu” kataku mengajaknya sebab semakin lama tubuhku juga semakin basah. Aku mencoba menariknya, namun ia kembali menarik tangannya.

“Hyung, apa salah kalau aku bilang aku mencintaimu? Aku tahu, ini memang aneh, dan terdengar sangat bodoh…” katanya tiba-tiba.

Seketika itu pula aku terdiam mematung. Aku sungguh terkejut dengan apa yang ia telah ia katakan.

“Cinta?”

“Ne, sebuah kesalahan…” katanya sambil tersenyum miris.

Aku kembali mendekatinya dan ikut duduk disampingnya. Perlahan-lahan aku merengkuhnya ke dalam pelukanku.

“Jangan salahkan diriku hyung. Itu semua karenamu… Karena sifatmu yang penyayang, sifatmu yang perhatian, sifatmu yang selalu melindungiku, semuanya! Aku suka itu, namun sekarang aku sudah tidak pernah mendapatkannya…”

“Sssttt… Jangan pernah bicara seperti itu… Tidak ada yang salah dengan semuanya, dengan sikapku, dengan perasaanmu, semuanya wajar. Hanya saja, kau yang salah mengartikan…”

Ia melepaskan dirinya dari pelukanku lalu menatapku dengan penuh tanda tanya.

“Salah mengartikan? Maksudmu hyung?”

Aku menghela napas sebentar sebelum akhirnya menjawab pertanyaannya.

“Cinta itu bukan sebuah kesalahan. Kau mencintaiku dan aku pun juga mencintaimu, sama seperti aku mencintai Onew hyung, Jonghyun hyung, dan Minho. Semuanya wajar, dan ku yakin apa yang kau rasakan itu sama dengan apa yang aku rasakan. Hanya saja seperti kataku tadi, kau sudah salah mengartikannya…” aku mencoba menjelaskannya pada Taemin.

“Berarti sama dengan rasa cintamu pada Nicole noona?”

“Aigo Taeminnie… Tidak seperti itu. Hhh, percayalah, suatu hari nanti kau pasti mengerti… Ya sudah, lebih baik sekarang kita pulang… Kau bisa sakit kalau terlalu lama hujan-hujanan seperti ini…” kataku seraya menariknya menuju taksi.

+++

(Taemin P.O.V)

Key hyung membawaku memasuki taksi yang tadi ia tumpangi. Setelah kami berdua naik, perlahan-lahan taksi melaju. Aku duduk berdampingan dengan Key hyung di kursi bagian belakang.

Sepanjang perjalanan, kami lebih banyak diam. Kata-kata Key hyung kembali melintas di pikiranku. Aku menyandarkan kepalaku di kursi sambil memikirkan kembali percakapanku dengannya.

Key hyung, apa yang kau katakan salah. Aku bukannya tidak mengerti. Aku yakin dengan apa yang ku rasakan. Aku ini sudah cukup dewasa untuk bisa membedakan perasaan cinta itu.

Apa yang kau katakan bahwa aku ini hanya salah mengartikan itu juga salah.

Aku mencintaimu. Perasaan itu tidak sama dengan rasa cintaku pada orang lain, dan aku sudah mengartikannya dengan tepat! Dan sekali lagi, aku yakin dengan apa yang ku rasakan itu.

Hhh, ini memang sebuah kesalahan. Lebih baik aku membiarkan Key hyung terus beranggapan seperti itu padaku.

Aku lalu mencoba untuk melirik Key hyung yang ada di sampingku. Ia terlihat sedang sibuk berkutat dengan ponselnya, dan meskipun tidak terlalu nampak, aku bisa menangkap segaris senyum yang tersungging di bibirnya sementara pandangannya tidak pernah lepas dari layar ponselnya. Biar ku tebak, pasti Nicole noona lagi. Hhh…

Salah, benar-benar salah…

 

THE END


Hehehh.. Peace yah.. jadinya malah gaje begini.. o.oV

Ayo komen guys.. ^^ taekey shipper,, adakah yang sama denganku?? O.o *gapen/abaikan*

Advertisements

52 thoughts on “Love is a Mistake

  1. huahahahaha, baca ada KeyCole begini… engh… yah~ saya suka KeyCole kok. kekeke. Tpi kalo misal paksa saya buat ngasihtau kedok, lebih setuju JongKey… hahaha*maklum, saya BlingKets. kekeke* tpi unyu deh ceritanya….. sampai detik ini, yg msh terbayang di otak saya, kalo TaeKey, yg uke siapa, yg seme siapa yah??*pertanyaan bodoh seorang fujoshi* hahaha. seperti mempertanyakan JongHo. siapa uke siapa seme? yg pasti suka sama Pasangan Umma-Anae. I like all couple SHINee….*tuh… baca yaoi pasti langsung deh jiwa fujo muncul*
    Onkey… ketimbang saya ngomongin hal gak penting dan gak asyik… bubar… bubar…#loh?

    Komen serius: endingnya ngegantung… sumpah -_-“*protes aja nih anak*
    Taemin… rasamu pada Key, apakah mengalahkan rasaku ada Key??*ngek ngok#abaikan
    demi apa, ff kalo baca yaoi itu yg ngeri… untung ini msh shounen-ai. aku suka shounen-ai. apa lgi yang begini. cinta sebelah pihak. hahaha*ketawa jahat* tpi lbih suka Key yg di nistakan*lockets kejam*
    selebihnya… fanficnya baguuuussss~~~~ kekekeke.
    sekian dari saya…. tuh. panjang kan komentarnya. nyahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s