Evolution

Evolution


Author            :           Park Kyungjin

Cast                :           Park Jihoon

SHINee – Choi Minho

SNSD – Kwon Yuri

Genre              :           Fantasy

Rating             :           PG-13

Length            :           Ficlet

Disclaimer      :           Just own the story, not the casts

NB                  :           FF buat Jihoon oppa.. semoga suka ya.. ^^ *maksa* keseluruhan dari cerita menggunakan sudut pandang Jihoon..

+++

Ada beberapa hal yang baru aku ketahui tentang kehidupan setelah kematian.

Pertama, tentu saja kehidupan di dunia tidak akan pernah sama dengan kehidupan di alam setelah kematian. Kalau di dunia penuh dengan pilihan dan makhluk yang hidup di dunia itu bisa dengan bebas menentukan pilihannya sendiri, di alam ini kita sudah tidak bisa memilih lagi. Apa yang diberikan, itu sudah menjadi suatu keharusan. Meskipun terkadang kehidupan dunia juga tidak bisa memberikan kita pilihan.

Yang terakhir, kita hanya dihadapkan pada dua buah kemungkinan. Menjadi baik, atau menjadi yang buruk. Dalam hal ini, kehidupan setelah kematian hanya menghadapkan kita pada kenyataan bahwa kita harus menjadi salah satu dari baik atau buruk itu. Seperti sekarang, aku Park Jihoon, mantan manusia yang pernah hidup di dunia, harus mengemban tugas sebagai iblis yang akan menjerumuskan manusia ke jalan yang sesat. Tugas yang buruk bukan?

Tapi tenang saja. Mungkin aku akan menikmatinya. Toh selama hidup di dunia aku memang sering berbuat onar dan merusak di mana-mana. Ya, itu sudah menjadi pengalamanku. Yang harus aku lakukan sekarang hanya bagaimana agar aku bisa menjalani tugas dengan baik.

Seperti saat ini, aku sedang berdiri di antara kerumunan beberapa manusia, menanti kelahiran seorang bayi di dunia ini. Dan disampingku juga sudah berdiri Choi Minho, seorang malaikat yang tugasnya sangat berbanding terbalik dengan tugasku sebagai iblis.

Aura Minho sangat bercahaya. Itu karena dulu semasa hidupnya di dunia ia termasuk dalam golongan orang yang baik. Ia juga meninggalkan dunia dalam keadaan tenang. Tidak seperti diriku yang auranya dipenuhi dengan kabut hitam, gelap sama sekali.

Beberapa menit kemudian, suara tangisan pecah di penjuru ruangan rumah sakit ini, disambut dengan senyum bahagia dari manusia-manusia lain yang ikut menyaksikan hadirnya sosok manusia baru di dunia ini.

Bersamaan dengan itu, maka aku dan Minho sudah mulai bertugas. Setiap manusia baru yang lahir di dunia ini memang selalu mempunyai dua pengiring selama menjalani kehidupan, dan tugas kami akan berakhir saat manusia yang kami iringi ini sudah tidak punya hak untuk hidup di dunia lagi.

“Bayinya perempuan” kata dokter yang ada di situ.

+++

Sekarang aku dan Minho sudah berada di rumah manusia yang akan kami iringi. Ck, manusia ini masih sangat kecil. Keadaannya yang seperti sekarang belum bisa membuatku menjalankan tugas.

“Aku ingin memberinya nama Kwon Yuri” ucap seorang pria paruh baya yang ku duga adalah appa dari bayi ini. Dan seorang wanita yang juga ku duga sebagai eommanya itu hanya mengangguk-angguk setuju.

Hmmm, Kwon Yuri? Nama yang lumayan juga.

Kedua orang tua itu pun lalu berjalan menuju pintu, mematikan lampu kamar, lalu menutup pintu kamar itu rapat-rapat, meninggalkan bayi mereka yang sepertinya sudah tertidur lelap. Hanya cahaya remang-remang yang berasal dari bulan yang sedikit menerangi kamar ini melalui jendela kaca bertirai tipis itu.

Aku lalu melirik Minho. Ia mendekat ke ranjang kecil bayi itu. Ia kini terlihat sedang mengusap-usap kepala bayi itu, menatapnya dengan penuh kasih sayang. Cih, apa tugas seorang malaikat harus seperti itu?

Minho lalu mengecup kening bayi itu dengan lembut, kemudian menyanyikan lagu selamat tidur yang biasa dinyanyikan untuk seorang bayi.

“Ya! Choi Minho… Untuk apa kau menyanyikannya seperti itu? Jelas-jelas anak itu sudah tertidur…” ucapku sewot pada sosok Minho yang masih sibuk dengan nyanyian tidurnya. Aku lalu berjalan menuju sofa yang terletak di sudut ruangan itu dan membanting tubuhku dengan asal.

“Biar bagaimanapun aku harus membuatnya merasa nyaman…” jawab Minho dengan suara pelan. Aku baru saja ingin mengomentari perkataannya barusan namun ia sudah menaruh jari telunjuknya tepat di bibirnya, mengisyaratkan padaku untuk diam.

“Sssttt… Jangan terlalu ribut. Kau bisa membangunkannya” ucapnya lagi dengan suara yang sangat pelan.

“Apa peduliku?” tanyaku cuek padanya.

+++

Yuri sudah menginjak usia satu tahun. Ia sudah mulai aktif bergerak. Seperti saat ini, Yuri sedang berdiri di pembatas ranjangnya. Melihat gelagaknya, seperti tak lama lagi Yuri akan terjatuh ke lantai.

Beberapa saat kemudian, dugaanku menjadi kenyataan. Yuri semakin menjorokkan tubuhnya dan tiba-tiba terjatuh dari ranjangnya.

Dan seperti yang sudah ku duga juga, saat itulah Minho dengan sigap menangkap tubuh anak itu agar tidak menyentuh lantai. Minho lalu menggendong anak itu kembali dan menidurkannya di ranjangnya.

“Kenapa kau tidak membiarkan anak itu mati saja?” tanyaku pada Minho.

“Tidak boleh seperti itu. Ini sudah menjadi tugasku. Dan selagi ia masih kecil, aku masih bisa menyentuhnya” jawab Minho sekenanya.

Hhh, benar juga. Terkadang aku berpikir kalau semua itu tidak adil. Minho yang seorang malaikat diberi keistimewaan untuk bisa menyentuh Yuri, meskipun itu hanya bersifat sementara sebab saat Yuri sudah beranjak besar, Minho tidak lagi memiliki keistimewaan itu. Tidak seperti diriku, aku sama sekali tidak diperbolehkan untuk menyentuhnya.

Aku kembali memperhatikan Minho yang terlihat sedang mengajak Yuri bermain. Gelak tawa yang berasal dari mulut kecil Yuri terdengar ke seluruh penjuru kamar. Minho terlihat tersenyum senang.

Aku lalu berjalan mendekat ke arah mereka dan mengintip Yuri yang ada di dalam ranjangnya itu. Yuri mengarahkan bola matanya ke arahku.

Tiba-tiba ekspresi wajah anak itu berubah. Ia yang tadinya tertawa, kini berubah menjadi diam dan beberapa saat kemudian, ia mulai menangis. Semakin lama suara tangisannya itu semakin kencang.

Dengan segera Minho mencoba menenangkan Yuri. Tapi tetap saja, Yuri terus-terusan menangis.

Tak beberapa lama kemudian, eomma Yuri datang dengan tergopoh-gopoh lalu menggendong Yuri, mencoba untuk menenangkannya hingga akhirnya Yuri berhenti menangis.

“Jauhkan wajah menyeramkanmu itu dari Yuri. Kau membuatnya ketakutan…” ujar Minho padaku.

“Huh, memangnya kalau ia takut kenapa? Bukannya itu malah bagus untukku kan?” aku menanggapi perkataannya dengan cuek.

+++

Semakin hari Yuri semakin beranjak dewasa. Tanpa terasa Yuri sudah menduduki bangku SMP. Sekarang, aku sudah bisa lebih leluasa menjalankan tugasku sebagai iblis.

Saat ini Yuri sedang melangkah menuju gerbang sekolah, namun seorang temannya memanggil-manggilnya.

“Yuri!”

“Ne” Yuri berbalik sambil menunggu temannya tersebut mendekat.

“Hari ini aku ulang tahun, aku ingin mengajakmu jalan” kata temannya itu pada Yuri. Yuri terlihat menimbang-nimbang sebentar, namun akhirnya Minho mendekat dan membisikkan sesuatu pada Yuri.

“Yuri, ingat, eomma-mu menyuruhmu untuk segera pulang…” Minho mencoba untuk mengingatkan Yuri melalui bisikan malaikatnya.

Aku tidak ingin kalah. Aku mendekat ke telinga sebelahnya lalu mencoba mempengaruhinya.

“Yuri, tidak apa-apa. Eomma-mu pasti mengerti. Kau kan ingin merayakan ulang tahunnya temanmu. Lagipula tidak enak menolak tawaran…” kataku berusaha dengan keras agar ia terpengaruh. Hhh, semoga saja bisikan iblisku ini berhasil.

Yuri terlihat kembali menimbang-nimbang, hingga akhirnya ia memutuskan untuk menerima ajakan temannya.

“Ya! Kau ini jahat sekali!” ucap Minho mengumpat padaku.

“Lha? Bukannya itu memang tugasku?” aku menanggapi kata-katanya asal.

Minho terdiam sejenak sambil menekuk wajahnya dalam.

“Ck, kau ini kenapa? Lagipula kau sudah sering mengarahkannya menjadi anak yang baik. Sekali-kali aku juga ingin menyesatkannya. Lagipula ini tidak parah…” aku menimpali kembali.

+++

Yuri semakin beranjak dewasa. Sekarang Yuri sudah mengenal apa itu cinta.

Seperti anak remaja seusia Yuri, Yuri juga sudah memiliki seorang namjachingu. Minho sangat tidak menyukai namjachingu Yuri itu, sebab Minho mengetahui kalau namjachingu-nya itu sebenarnya orang yang jahat.

Berbeda dengan Minho, aku justru sangat menyukainya, sebab namja itu bisa membantuku untuk memudahkan pekerjaanku. Yeah, semuanya jadi terasa gampang.

Semenjak berpacaran dengan namja itu, Yuri berubah menjadi yeoja yang ugal-ugalan. Ia jadi sering pulang malam dan membantah perkataan orang tuanya. Tentunya ini bukan kenyataan yang baik bagi seorang malaikat seperti Minho.

Hmm, aku rasa dalam tugas kali ini, aku yang akan menang. Yuri, cepatlah mati. Aku yakin kau akan mengikuti jejakku sebagai iblis.

“Jihoon, ku mohon, jangan buat anak itu terlalu terjerumus!” pinta Minho padaku. Aku hanya melirik ke arahnya sebentar, lalu kembali melanjutkan aksiku yaitu membisikkan hal buruk padanya.

Minho terlihat marah, lalu ia pergi meninggalkan kami.

“Ya! Kau mau kemana?! Belum sekalipun aku melihat kau meninggalkan Yuri!” ejekku padanya, namun Minho malah semakin menjauh.

Ya sudah. Terserah kau saja.

Aku kembali sibuk bermain dengan dua sejoli ini. Tiba-tiba namjachingu Yuri memaksa Yuri untuk melakukan hal yang tidak ku duga sebelumnya.

Wow. Namja ini terlalu berlebihan.

Aku menghentikan aktivitasku sejenak, lalu memperhatikan perilaku dua manusia yang sedang dalam perngaruh setan ini.

Namja itu semakin memaksa-maksa Yuri, namun Yuri terlihat enggan. Ekspresinya tiba-tiba berubah dari yang awalnya senang sekarang menjadi ketakutan.

Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh penjuru. Kemana perginya Minho itu? Aku sama sekali tidak melihat sosok menyilaukannya.

Pandanganku kembali ku tujukan pada Yuri yang sudah terlihat menangis, sementara namja yang terlihat semakin tidak sabar itu mulai menyakiti Yuri.

Plakkkk!

Namja itu mulai menampar pipi Yuri bergantian tiap kali Yuri menolak permintaannya.

“Andwae…” rintih Yuri kencang sambil menangis. Air matanya sudah mengalir dengan sangat deras membasahi pipinya yang mulai dijelajahi namja itu. Yuri terus mencoba untuk melawan, namun tenaganya tidak cukup kuat mengalahkan kekuatan namja itu.

Aku yang sedari tadi memperhatikannya tiba-tiba merasakan perasaan yang aneh. Kenapa aku malah tidak suka melihat Yuri menderita seperti itu?

Dengan cepat aku menggelengkan kepalaku. Tidak, aku tidak boleh begitu. Aku ini iblis, jadi sudah seharusnya seperti ini.

Ya, seharusnya aku senang.

Tapi hatiku berkata lain. Aku mulai sedikit memanas saat rintihan Yuri terdengar semakin menjadi-jadi. Aku berusaha untuk meredam perasaan aneh ini hingga akhirnya aku memastikan bahwa aku tidak bisa!

Tanpa berpikir lagi aku segera melayangkan botol minuman keras yang sudah diteguk namja itu ke arah kepala namja itu.

Prangg!

Sekali lemparan, botol itu sudah melayang tepat di kepala namja itu hingga membuat namja itu meringis kesakitan dan menghentikan aksinya.

Yuri menggunakan kesempatan itu untuk kabur sejauh mungkin dan pulang ke rumah.

Astaga. Apa yang sudah ku lakukan?

“Apa yang kau lakukan?” tiba-tiba aku mendengar suara seseorang yang berasal dari belakangku. Aku menoleh dan mendapati Minho sedang menatapku curiga.

Seketika itu pula aku terdiam mematung di tempatku. Mulutku terasa terkunci, tidak bisa mengeluarkan satu kata pun. Aku menyadari bahwa apa yang sudah ku lakukan itu salah.

Tidak seharusnya seorang iblis menyelamatkan manusia dari penderitaan.

“Kau pasti mendapat ganjarannya” kata Minho lagi, dan sesaat setelah itu, suara menggelegar muncul bersahut-sahutan dari arah langit. Langit tiba-tiba berubah menjadi mendung, dan sesaat kemudian aku mendengar suara murka dari Dia Yang Mengatur Kami.

“Park Jihoon. Baru saja kau melakukan sebuah kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan oleh iblis sepertimu. Kau tentu sudah mengetahui apa tugasmu yang sebenarnya, tapi kau dengan jelas melanggarnya. Oleh karena itu, predikatmu sebagai iblis dicabut saat ini juga, dan kau akan menjalani hukuman yang sudah seharusnya kau terima”

Dan bersamaan dengan kata-kata terakhir dari Dia Yang Mengatur Kami itu, aku merasakan kesadaranku hilang.

+++

(Author P.O.V)

Beberapa tahun kemudian, di sebuah rumah sakit terlahirlah seorang bayi laki-laki. Bayi itu masih terlihat polos, belum ternodai apapun. Tak jauh dari situ, berdiri satu malaikat dan satu iblis yang siap mengiringi bayi ini dalam menjalani kehidupannya di dunia.

Masih ingat dengan iblis yang lalai dalam tugasnya? Park Jihoon?

Sebenarnya ia mendapat hukuman dikirim ke neraka. Tapi berkat beberapa pertimbangan yang Jihoon sendiri tidak tahu, ia diberi kesempatan lagi untuk mengubah semuanya.

Dan bayi laki-laki yang baru saja lahir itu adalah jelmaan dari Jihoon. Ia diberi kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan di dunia ini.

Kalau ada yang mempertanyakan tentang Minho, Minho saat ini sudah diangkat derajatnya sebagai malaikat yang bertugas untuk mengatur segala kehidupan yang ada di surga. Minho sudah dianggap berhasil menjalani tugasnya sebagai malaikat sebelumnya.

Lalu bagaimana dengan Yuri?

Karena iblis dan malaikat Yuri sudah tidak ada lagi, terpaksa kehidupannya di dunia ini dihentikan. Dalam artian, Yuri tidak lagi hidup di dunia.

THE END


Huaaaaaaa.. FF gagal.. T-T Mianhae.. *bow bareng taemin*

YG UDAH BACA TRUS G KOMEN HATI-HATI LHO~ NANTI DIKEJAR IBLIS!! XD *PLAKK!!*

Advertisements

18 thoughts on “Evolution

  1. FF ini untuk ku????? O.O >>> ada nama JIHOON…
    WWAAAAAAAAAAAAAAA…***teriak2 iblis***
    Omo… aku kok jadi IBLIS….. TIDAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKK…..***langsung stress dan pingsan***
    aku kan orangnya baik hati, suka menolong barang orang lain, suka menabung duitnya orang, dan tidak boros *nggak punya duit* >>> masak orang sebaik aku jadi iblis…PLAK..
    kalo musuhnya Minho mah gampang… minho tuh nggak ada apa-apanya… tinggal kasih bantal aja dia dah langsung molor…***digaplok minho***
    HAAAAA…. aku terlahir kembali….hehehehehe… mau jadi iblis apa malaikat ya…secara jiwaku itu jiwa malaikat…hihihihi
    GOMAWOOOOOOOO…. DYU…**teriak pake megaphone**

  2. kq qqw gg nyambung ea???

    yg gg nyambung ini qqw ap crita.na qqw gg tw…

    maaf gg bsa comment lebih dri ini unnie qqw..

    cz gg nyambung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s